Menu

Disangka Tsunami, Ribuan Warga Pulau Buru Ramai-ramai Berlarian ke Bukit

Siswandi 24 Jan 2019, 12:30
Warga Pulau Buru yang belarian ke arah bukit, setelah gelombang tinggi terjadi di perairan di kawasan itu. Warga sempat menyangka akan terjadi tsunami. Foto: int
Warga Pulau Buru yang belarian ke arah bukit, setelah gelombang tinggi terjadi di perairan di kawasan itu. Warga sempat menyangka akan terjadi tsunami. Foto: int

RIAU24.COM -  AMBON- Ribuan warga di Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dan sekitarnya, berlarian ke dataran tinggi, Kamis 29 Januari 2019 dini hari tadi. Hal itu setelah air pasang dan ombak besar menerapa kawasan tersebut. Warga khawatir dan takut, karena menyangka tsunami menghantam kawasan itu.

Kepanikan warga semakin bertambah, setelah sempat beredar isu yang menyebutkan kawasan itu sedang dihantan tsunami.

Kondisi itu diungkapkan Asman Saleh, salah seorang warga. Kepada kompas.com, ia mengakui ikut bersama warga menyelamatkan diri ke kawasan bukit yang berada di daerahnya.

“Semua warga yang tinggal di pesisir pantai lari ke gunung dan dataran tinggi. Kejadiannya itu sekitar pukul 04.00 WIT dini hari tadi,” terangnya

Asman juga mengaku sempat melihat air laut mulai naik. Bersamaan dengan itu, gelombang tinggi disertai suara bergemuruh datang dari laut. Kondisi alam yang tak biasa itu, membuat warga merasa khawatir. Mereka akhirnya memilih menyelamatkan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Air naik dan gelombang sangat besar, itu membuat kami semua lari ketakutan,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan, Awat Mahulauw, membenarkan sempat terjadi air pasang dan gelombang tinggi di wilayah tersebut.

Ia juga tak menampik, fenomana alam yang tak lazim itu membuat warga merasa panik dan akhirnya berlarian menyelamatkan diri.

“Warga Namrole dan sekitarnya lari ke ketinggian, pokoknya ke tempat aman setelah air pasang terjadi,” ujar dia.

Dia mengaku, bahwa saat yang bersamaan warga semakin dibuat panik karena muncul isu akan terjadi tsunami.

Saat ini, kondisi di Kota Namrole sudah normal kembali dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka juga telah diberitahu tidak ada tsunami yang menghantam kawasan itu. ***

R24/wan