riau24

Jepang Buat Medali Olimpiade 2020 dari Ponsel Bekas

10 Feb 2019 | 20:17 WIB
Foto:  Internet R24/riko Foto: Internet

RIAU24.COM -  Komite penyelenggara Olimpiade dan Paralimpik 2020, Tokyo, Jepang mengumumkan bakal selesainya melaksanakan proyek pembuatan medali dari hasil daur ulang e-waste (limbah elektronik).

Proyek tersebut digelar sejak April 2017, dimulai dari mengumpulkan ponsel, gadget, dan komponen serta perangkat elektronik bekas sebagai bahan dasar medali pada pesta olahraga dunia tersebut.


BACA JUGA : Gara-gara Ingin Terlihat Tua, 10.737 Orang Indonesia Tertipu Aplikasi FaceApp Abal-abal

Ada sekitar 47.488 ton limbah elektronik yang telah dikumpulkan oleh berbagai otoritas Jepang, perusahaan swasta, dan para atlet nasional maupun internasional.

Sebagian limbah elektronik tersebut berasal dari 5 juta ponsel bekas yang dikumpulkan di toko-toko NTT Docomo, operator seluler Jepang yang juga menjual ponsel.

Selain lewat NTT Docomo, pengumpulan limbah elektronik juga dilakukan melalui beberapa posko pengumpulan yang juga tersebar di berbagai tempat umum di Jepang, seperti kantor pos.

Puluhan ribu ton limbah elektronik yang dikumpulkan tersebut kemudian akan diekstrak bahan dasar logamnya, guna dijadikan medali perunggu, perak, dan emas.

Untuk ekstrasi logam sendiri, komite Jepang telah memenuhi target 2.700 kg perunggu pada Juni lalu. Sementara per Oktober 2018, target emas (30,3 kg) baru terpenuhi sekitar 93,7 persen, dan target perak (4.100 kg) baru terpenuhi sekitar 85,4 persen.

Meski jumlah emas dan perak yang ditargetkan belum terpenuhi, komite penyelenggara Olimpiade dan Paralimpik 2020 yakin bakal memenuhi target tersebut sebelum proyek pengumpulan limbah elektronik berakhir pada 31 Maret mendatang.


BACA JUGA : Bakal Diperkenalkan, ini Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi A3

Sebab, pihaknya menyebut ada cukup bahan (limbah elektronik) untuk mengekstrak ketiga medali tersebut.

Meski begitu, belum bisa dipastikan bagaimana bentuk medali untuk ajang Olimpiade tersebut. Namun, desain medali dikabarkan bakal diperkenalkan oleh panitia penyelenggara pada musim panas tahun ini. 


Sumber:  Kompas

Penulis: R24/riko




Loading...

loading...