Kesal Dikasari, Anak Kandung Bacok Ayahnya Hingga Tewas | RIAU24.COM

Kesal Dikasari, Anak Kandung Bacok Ayahnya Hingga Tewas

Selasa, 12 Februari 2019 | 14:53 WIB
IlustrasiR24/amri Ilustrasi

RIAU24.COM - Diduga karena kesal atas perlakuan kasar ayahnya kepada ibu dan juga saudaranya, akhirnya anak kandung nekat membunuh ayahnya sendiri dengan sebilah parang.

Kejadian yang menghebohkan warga Jalan Purwosari Ujung Perumahan Andika Berkah, Desa Pandau Jaya Siak Hulu, terjadi Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.

Korban bernama Malau (57) dibacok oleh anak kandungnya sendiri berinisial AM alias AL (20), diduga akibat rasa sakit hati karena perlakuan kasar korban.


BACA JUGA : Polisi Pelajari Rekaman CCTv Untuk Ungkap Pelaku Pengeroyokan

Kapolsek Siak Hulu Kompol Arvin Hariyadi SIK didampingi Panit Reskrim Iptu Marupa Sibarani SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini.

"Tersangka AM alias AL sekarang telah diamankan di Polsek Siak Hulu dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik," ungkapnya.

Petugas juga mengamankan sebilah parang yang digunakan oleh tersangka untuk menghabisi ayahnya ini.

Dari hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, diduga motif tersangka melakukan perbuatan ini karena korban sering marah-marah dan berkata kotor terhadap ibunya dan juga terhadap dirinya serta adiknya.

Dan dari keterangan saksi-saksi, bahwa sering terjadi keributan dalam rumahtangga keluarga ini, dimana korban sering marah-marah sambil mengancam dengan parang akan membunuh ibunya serta dirinya dan sering pula melakukan kekerasan terhadap mereka.


BACA JUGA : Kasus Mafia Bola, Plt Ketum PSSI Joko Driyono Diperiksa Terkait 2 Hal Ini

"Menurut warga sekitar, sering terdengar cekcok dirumah korban bahkan korban menggunakan parang untuk mengancam Ibu, AM dan saudaranya," pungkasnya.

Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau oleh Unit Reskrim Polsek Siak Hulu untuk dimintakan Visum serta Otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.

 

 

Penulis: R24/amri



Terkini


Loading...

loading...