riau24

Diikuti 52 Peserta, Kepala Balai Bahasa Riau: Proses Penyampaian Kalimat Harus Sempurna

12 Apr 2019 | 09:29 WIB
Acara Penyuluhan Kamahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP se Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), di Baganbatu, Jumat, (12/4). /IST R24/phi Acara Penyuluhan Kamahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP se Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), di Baganbatu, Jumat, (12/4). /IST

RIAU24.COM -  BAGANBATU - Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh penutur/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna.

Dengan demikian, maksud yang disampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca.

“Untuk itu, kalimat harus memperhatikan struktur kalimat yang lengkap, paralel, hemat, cermat, padu, dan logis,” kata Kepala Balai Bahasa Riau, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dra. Umar Solikhan, M.Hum. dalam materinya di hadapan 52 peserta  acara Penyuluhan Kamahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru SD dan SMP se Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), di Baganbatu, Jumat, (12/4).

Sementara itu, Imelda Yance, M.Pd, yang juga salah seorang pemateri  dalam acara tersebut menekankan pentingnya seseorang untuk memperhatikan soal pilihan kata.


BACA JUGA : Peringatan Hari Kemerdekaan 2019, 310 Napi Peroleh Remisi Umum di Lapas Bagansiapiapi

Disebutkan bahwa seseorang harus bisa menimbang-nimbang kata apa yang sebaiknya digunakan untuk mengajukan suatu gagasan secara tepat dan cermat. Contohnya,  “Ia ditangkap karena melakukan perdagangan gelap.“ Kata “gelap” bisa diganti dengan kata “tidak sah”, “ tidak menurut undang-undang”.  

Menurut Imelda Yance, pilihan kata yang tepat dalam berbahasa sebenarnya dapat mengungkapkan gagasan secara tepat, memilih kata yang benar-benar diperlukan (tidak mubazir), sesuai konteks. Misalnya, “Setiap pagi ia menghirup bayu segar.”

Acara yang berlangsung selama emapat hari tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Riau bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir,peserta guru SD dan SMP yang berada di tiga kecamatan di daerah Baganbatu, Kab. Rokan Hilir.
Selain Umar Solikhan,  Imelda Yance, juga ada pemateri Sri Sabakti, M.Hum. yang menyajikan materi soal Ejaan.

Acara Penyuluhan sebelumnya dibuka oleh Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kab. Rokan Hilir, H. Kuswantoro, S.Pd. Hadir dalam acara tersebut Korwil Pendidikan Bagan Batu H. Mus'ap, S.Pd, pada Selasa, (9/4) di Hotel Bintang Mulia, Baganbatu.

Kuswantoro menekankan pentingnya guru menggunakan bahasa Indonesia dalam situasi fomal, sehingga bisa diikuti para siswa.  Kuswantoro juga menyampaikan pesan Kadis agar guru menggunakan bahasa Indonesia yang benar agar anak bisa mencerna ilmu yang disampaikan. Kadis juga berpesan untuk memfilter informasi-informasi. Ini berguna menghindari berita hoaks.


BACA JUGA : Kota Bagan Batu Heboh, Penderita Sakit Jiwa Ini Nekat Bawa Kabur Truk Berisi Istri dan Dua Anak Sopir

“Guru juga diminta untuk tidak berpolitik. Ini menyikapi agenda nasional, pemilihan presiden dan pemilihan anggota leges latif.  “Mari fokuskan anak- anak yang cerdas ber-etika dan santun dalam bersikap dan berbahasa,” kata Kuswantoro.***


R24/phi/rls

Penulis: R24/phi




Loading...

loading...