Menu

Suara Prabowo-Sandi TPS 10 di Dumai Berkurang dan Salah, KPU: Akan Kita Koreksi

Riko 19 Apr 2019, 15:09
Penghitungan suara Pemilu 2019 (foto/ilustrasi)
Penghitungan suara Pemilu 2019 (foto/ilustrasi)

RIAU24.COM - Jumat 19 April 2019, Beredar info adanya kesalahan entri data di TPS 10 Kelurahan Laksamana, Kota Dumai, Provinsi Riau. Bahkan kesalahan entri data perolehan suara capres-cawapres di real count atau Situng milik KPU itu suara Prabowo-Sandi berkurang jauh.

Seperti dilansir dari Kumparan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid mengatakan, pihak KPU akan mengoreksi kesalahan tersebut. "Insyaallah akan kita koreksi. Terima kasih ya," ujar Pramono saat dihubungi, Jumat (19 April 2019).

Untuk membuktikan video yang beredar, Kumparan kemudian mengecek langsung Situng KPU. Ternyata benar ada kesalahan terhadap entri data dari Riau, tepatnya di TPS 10 Kelurahan Laksamana, Kota Dumai, Riau. Dalam situng tertera, paslon 01 Jokowi-Ma'ruf mendapat peroleh suara sebanyak 26, sedangkan paslon 02 Prabowo-Sandi mendapat perolehan 41. Untuk suara tidak sah terdapat 8 suara.

Padahal, tertera jumlah DPT sebanyak 230 pemilih, dengan partisipasi warga sebanyak 175. Semestinya jumlah suara sah ada sebanyak 167. Namun, jika dijumlah dari peroleh suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi, jumlah suara sah hanya 67.

Benar saja, setelah melihat scan C1 yang tersedia di Situng KPU, ternyata terjadi kesalahan entri. Untuk data Jokowi-Ma'ruf sesuai dengan entri data dan scan C1, tapi perolehan suara Prabowo-Sandi terjadi kesalahan. Prabowo-Sandi di dalam scan C1 mendapat 141 suara, namun di entri data hanya 41 atau berkurang 100 suara. 

Pramono di akun twitternya kemudian menyampaikan, KPU melakukan transparansi dalam perhitungan suara. Hal ini terlihat dengan disediakannya scan C1 agar masyarakat juga dapat ikut memantau.

"Itulah bentuk transparansi KPU dalam melakukan penghitungan dan rekapitulasi. Kita publikasi. Biar semua orang bisa Iihat. Kalau ada yang salah tulis atau salah entri, maka bisa dikoreksi, bisa diperbaiki," sebut Pramono. (Sumber: Kumparan)