Menu

Polisi: Massa Aksi Bawaslu Pada Malam Hari tak Sama dengan yang Siang

Siswandi 22 May 2019, 00:32
Pagar kawat di depan Gedung Bawaslu yang dirusak massa yang menggelar aksi pada Selasa malam tadi. Foto: int
Pagar kawat di depan Gedung Bawaslu yang dirusak massa yang menggelar aksi pada Selasa malam tadi. Foto: int

RIAU24.COM -  Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan, meyakini massa aksi di Gedung Bawaslu yang sempat melakukan provokasi pada aparat dan mengakibatkan rusuh, berbeda dengan massa yang melakukan aksinya pada siang hari. Karena pada saat aksi siang hari, situasi berjalan dengan kondusif. Sementara saat aksi pada malam hari, kondisinya tidak sama lagi.

"Ini berbeda dari massa yang siang. Ini memang sengaja mau rusuh," ungkapnya, di depan Bawaslu RI, Jakarta, Selasa 21 Mei 2019 tadi malam.

Karena itu, pihaknya akan menyelidiki massa tersebut. Khususnya mengenai asal mereka. "Ini sedang kita mau dalami siapa mereka," terangnya, dilansir antara.

Seperti diketahui, aparat kepolisian akhirnya melakukan tindakan tegas pada massa aksi demonstrasi di depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, pada Selasa malam tadi.

Sebenarnya, kondisi di depan Gedung Bawaslu sudah berangsur kondusif, setelah massa sempat membubarkan diri sejak pukul 20.30 WIB. Namun beberapa saat kemudian, sekitar pukul 21.30 WIB, massa kembali terkonsentrasi di depan Gedung Bawaslu. Setelah berkumpul, mereka menggelar orasi.

Namun dalam aksi kedua tersebut, massa sempat merusak pagar barikade. Sekitar 22.15 WIB massa dimediasi oleh Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, namun massa terus bersikap provokatif bahkan menantang petugas.

"Tembak pak tembak. Semua pasti mati kok," ujar salah satu massa aksi yang ditenangkan oleh Wakapolres, dilansir republika.

Akhirnya sekitar pukul 22:35 WIB polisi menindak tegas dengan melakukan penghalauan massa ke arah Jalan Wahid Hasyim. Aksi demonstrasi di Bawaslu akhirnya dapat dibubarkan seluruhnya pada 22.45 WIB.

Beberapa orang terlihat diamankan dan digelandang oleh anggota kepolisian dari Sabhara dan Brimob ke Gedung Bawaslu untuk selanjutnya dibawa ke Mapolda Metro Jaya. "Saya belum tahu jumlahnya berapa yang diamankan. Selanjutnya kami bawa ke Mapolda Metro Jaya," tambah Harry lagi. ***