riau24

Terkait Tragedi Kerusuhan 22 Mei, Polri Dilaporkan ke Komnas HAM

24 May 2019 | 22:16 WIB
Foto (internet) R24/riko Foto (internet)

RIAU24.COM -  Beberapa elemen yang mengatasnamakan Komponen Umat mendatangi gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengadukan terkait kasus tragedi Aksi 21 dan 22 Mei di Jakarta.


BACA JUGA : Ini yang Dilakukan Hakim MK Jelang Sidang Putusan Sengketa Pilpres Besok

Muhammad Gatot Saptono alias Al Khaththath salah satu perwakilan dari Forum Umat Islam (FUI), menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya ke Komnas HAM itu adalah untuk menindaklanjuti tragedi aksi di Jakarta itu.

“Kami perlu melaporkan adanya tindakan Polri yang kami anggap pelanggaran HAM dalam penyampaian pendapat yang kami anggap berlebihan,” kata Al Khaththath di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, melansir dari Gelora.co Jumat 24 Mei 2019.

Ia juga mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut, setidaknya ada 13 orang yang sudah dinyatakan meninggal dunia

“Ada 13 orang yang meninggal, 517 luka luka, dan ratusan orang hilang. Dan kami akan buat krisis center orang hilang. Catatan kami, kenapa jadi banyak korban,” ujarnya.

Sekjen FUI ini meminta agar Komnas HAM dapat memberikan rekomendasi agar Kepolisian tidak lagi bertindak sewenang-wenang.

"Agar Komnas HAM bisa berikan rekomendasi agar polisi tdk sewenang-wenang. Kami juga akan membentuk tim pencari fakta,” terangnya.


BACA JUGA : Bikin Kaget Petugas, Stress di Depan Gedung MK, Perempuan Bertato Ini Ngaku Ingin Ketemu Jokowi dan Bunuh Diri

Bagi Al Khaththath, dalam peristiwa 21 dan 22 Mei di Jakarta itu, polisi telah membentuk stigma negatifnya sendiri yakni dengan memberikan rasa takut kepada masyarakat.

“Kalau dilihat dari slogan, polisi melindungi dan mengayomi, siapa saja sekarang malag dibikin takut dengan polisi. Saat kita demo, kita buat izin untuk minta pelayanan agar demo ini dijaga dengan baik, tapi malah demonstran ini dihantam,” tuturnya.

Penulis: R24/riko




Loading...

loading...