riau24

Pemain Madrid Protes Eden Hazard Pakai Baju Nomor 7, Ini Alasannya

11 Jun 2019 | 21:17 WIB
Eden Hazard dikabarkan kena protes pemain Madrid gara-gara rencana seragamnya bernomor 7 (foto/int) R24/riki Eden Hazard dikabarkan kena protes pemain Madrid gara-gara rencana seragamnya bernomor 7 (foto/int)

RIAU24.COM - Selasa 11 Juni 2019, Baru saja bergabung dengan Real Madrid, Eden Hazard dikabarkan mulai dapat 'masalah'. Disebut-sebut sejumlah pemain El Real menentang usul Eden Hazard memakai kostum bernomor punggung 7.


BACA JUGA : Zidane Diyakini Bakal Kejar Paul Pogba Lagi

Seperti dilansir dari Detik, rencananya Hazard bakal diperkenalkan ke publik bersama Luka Jovic di Santiago Bernabeu pada pekan ini. Kabar yang santer terdengar, Hazard bakal mengenakan nomor kostum 7.

Laporan yang dikutip Fox Sports, disebut bahwa pemberian nomor 7 kepada Hazard sudah diprotes beberapa pemain bintang Real Madrid termasuk Sergio Ramos. Bagi Sang Kapten, Sergio Ramos, seragam nomor 7 sudah dikenakan Mariano Diaz.


BACA JUGA : Eden Hazard Bandingkan Penggemar, Dirinya Sebut Fans Real Madrid Lebih Baik Ketimbang Chelsea

Sehingga jika memaksa Hazard memakai nomor 7, sama saja tidak menghormati Mariano. Meskipun, Hazard diproyeksi akan menjadi salah satu pemain terpenting Real Madrid musim depan.

Seperti diketahui Eden Hazard saat berseragam Chelsea, sukses meraih dua medali juara Premier League dan Liga Europa, satu Piala Liga, dan satu Piala FA sejak tujuh tahun berkostum The Blues.

Kehadiran Eden Hazard di Real Madrid digadang-gadang bisa menggantikan lubang yang ditinggalkan Cristiano Ronaldo. Cristiano Ronaldo kini melanjutkan karir kesuksesannya bersama Juventus di Italia.

Sementara Real Madrid setelah Cristiano Ronaldo hengkang mengalami kemunduran. Pada musim 2018/2019, Real Madrid gagal total dengan tidak meraih satu pun gelar juara.

Sehingga sejak Zinedine Zidane kembali melatih Real Madrid, maka bitang sepakbola Belgia itu digaet dari Chelsea. Eden Hazard diboyong dengan tebusan senilai 100 juta euro (Rp 1,6 triliun). (Sumber: Detik)

Penulis: R24/riki




Loading...

loading...