riau24

Prabowo Difitnah Soal Chaos 22 Mei, ini Komentar Menohok Fadli Zon

12 Jun 2019 | 09:16 WIB
Waketum Gerindra, Fadli Zon R24/ibl Waketum Gerindra, Fadli Zon

RIAU24.COM - Capres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dituding karena telah membiarkan chaos pada aksi yang terjadi pada 22 Mei 2019. Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menanggapi tudingan tersebut. Fadli mengatakan hal itu merupakan fitnah kejam.

"Berkali-kali imbauannya sudah sangat jelas ya, jadi fitnahlah itu (Prabowo biarkan chaos) ya. Fitnah yang kejam," ujar Fadli dikutip dari Rabu, 12 Juni 2019.

Dia juga memastikan jika tak ada 'orang' Prabowo yang terlibat dalam kerusuhan 22 Mei 2019. Mereka yang menuding dianggap hanya mencari 'kambing hitam'.

BACA JUGA : Jadi Ketua KPK, Firli Bahuri Tak Perlu Mundur dari Kepolisian

"Ini kan mereka mau cari-cari kambing hitam. Siapa coba yang merusuh. Makanya lakukan investigasi, yang dilakukan tim independen yang namanya tim pencari fakta atau tim gabungan pencari fakta. Ini masa versi pemerintah main tuduh," jelasnya.

Wakil Ketua DPR tersebut mengaku menjadi saksi demonstran yang datang atas keinginan sendiri. Para pendemo merasa suara mereka dicurangi sehingga bukan urusan suara Prabowo tapi suara rakyat.

"Kemudian mereka datang ke sini tanpa instruksi. Justru kami yang ikut mengimbau ini dilancarkan dengan damai, dengan konstitusional," tambahnya.

BACA JUGA : Pesona Cewek Cantik Berhijab Ini Buat Netizen Berlomba Tuk Bisa Menikahinya

"Bahkan saya tanggal 22 itu saya mengiring mereka untuk membubarkan karena ya rawan gitu ya sesuai dengan apa jam yang sudah berlaku ya selesai," lanjutnya.

Kata Fadli, saat ini yang harus dicari adalah pelaku tewasnya 8 orang dalam kerusuhan tersebut. Karena korban dan keluarga korban menderita karena hal ini. Karena itu harus dicek siapa yang mengeluarkan peluru tajam, peluru karet, lempar batu, dan lempar petasan.

"Semua ada video lalu dirangkum jadi mozaik sehingga jadi informasi utuh dan jangan pemerintah yang umumkan, siapa yang mau percaya. Pemerintah kan pihak yang ada kaitannya sehingga perlu tim independen. Karena lucu pihak terkait lalu umumkan sepihak. Di Orba aja enggak kayak gitu," demikian Fadli.

Penulis: R24/ibl




Loading...

loading...