riau24

Begini Kondisi Jalan Ke Kubu Rohil, Melewatinya Warga Harus Menunggu Terik Matahari

17 Jun 2019 | 13:04 WIB
Kondisi jalan ke Kubu Rohil yang membahayakan pengguna jalan/amr R24/phi Kondisi jalan ke Kubu Rohil yang membahayakan pengguna jalan/amr

RIAU24.COM -  BAGANSIAPIAPI -  Pengendara roda empat dan roda dua merasa kesulitan saat melewati jalan lintas pesisir Bagansiapiapi menuju Kubu yang berada di desa sungai besar Kecamatan Pekaitan Kabupaten Rokan Hilir. Karena  jalan yang masih berstatus jalan Provinsi tersebut masih dilapisi tanah timbunan seperti bubur apabila diguyur hujan.

Kondisi jalan itu bertambah parah apabila truk yang membawa muatan buah sawit menuju ke PT Jatim melindasi jalan tersebut. Tak ayal, sepanjang jalan itu membentuk lekukan tanah ke atas akibat bekas ban truk sehingga dapat membahayakan jiwa pengendara jika terpeleset dari alur bekas ban tersebut.

Selain jalan timbunan, berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada sekitar 300 meter jalan yang tertutup tanah liat. Bedanya dengan tanah merah, tanah liat ini lebih licin ketika dalam kondisi basah dan lebih berbahaya jika dilintasi pengendara.

z
BACA JUGA : Peringatan Hari Kemerdekaan 2019, 310 Napi Peroleh Remisi Umum di Lapas Bagansiapiapi

"Inilah yang kami alami selama dua tahun lebih pak. Apalagi kalau membawa keluarga berobat ke Rumah Sakit di Bagan, sering kami terjatuh di sini," kata Suparmin kepada Riau24.com, Senin (17/6/2019).

Menurut dia, jika hujan lebat, jalan tersebut sangat sulit dilalui dan mereka menurunkan penumpang dengan cara berjalan tanpa menggunakan alas kaki karena lebih aman dari lumpur tebal yang menempel. Jika dipaksakan juga, roda kendaraan mereka tidak mampu untuk berputar didalam kubangan lumpur.

Dia menyebutkan, jalan yang mereka lalui merupakan urat nadi masyarakat dan jikapun ada jalan alternatif, memakan waktu yang lama karena harus melewati Bangko Pusako. Tidak hanya jalan, dibeberapa titik juga masih terdapat gambangan batang kelapa dengan lobang menganga yang digunakan pengganti jembatan kayu.

Jika ingin melewati jalan itu, warga juga harus menunggu panas terik matahari karena berharap jalan yang semula lembek jadi keras dan ada juga yang bertanya kabar melalui laman media sosial tentang kondisi jalan tersebut.***


R24/phi/amr

Penulis: R24/phi




Loading...

loading...