Menu

Berawal dari Wifi, Naas Bocah Belasan Tahun di Siak Ini Bunuh Temannya Sendiri

Lina 19 Jun 2019, 14:48
Ilustrasi korban/int
Ilustrasi korban/int

Lanjut Kapolsek Amrullah, Atas adanya kejadian tragis ini, pihaknya pun segera bergegas Pada hari Rabu (19/06/2019) sekira pukul 01:30 WIB. Untuk mengamankan seorang anak laki-laki berinisial IM (14), warga kampung Benayah, Kecamatan Pusako, oprasi penangkapan terhadap pelaku ini pun dipimpin langsung oleh Kapolsek  Bungaraya AKP Amrullah dan dibantu oleh tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak yang di Pimpin oleh Ipda M. Fadillah, pelaku pun di amankan oleh polisi di kediaman orang tuanya.

“IM  ini diamankan terkait dengan ditemukannya sesosok mayat atas nama RB Alias Egi (13) di kampung Dosan, tepatnya di belakang rumah orang tua korban, yakni di  Gang walet RT 04 Dusun II,” Terang Kapolsek.

Kemudian lanjut dia, Berdasarkan keterangan Saksi berinisial AD (14), warga kampung Sei Berbari, Kec. Pusako, bahwa yang bersangkutan bersama sama dengan IM sekira pukul 19.45 Wib pergi ke rumah RB (korban) di Gang walet rt 04 dusun II kampung dosan tersebut, untuk menumpang bermain  WIFI.

“Pada saat sampai dirumah korban , IM dan Korban langsung menuju belakang rumah dan terjadi perkelahian antara IM dengan RB ( korban ) yang  menyebabkan korban jatuh dan pingsan. Melihat kondisi tersebut IM dan AD ( saksi ) meninggalkan korban. Lalu korban ditemukan oleh orang tua Korban di belakang rumahnya.” terangnya lagi.

Lanjut kapolsek, berdasarkan keterangan IM pada saat diamankan bahwa dianya benar berkelahi dengan RB sesuai dengan keterangan dari Saksi AD. “Saat ini  IM sudah diamankan di Mapolres Siak dan didampingi oleh orang tuanya untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut, Sedangkan korban dilakukan Otopsi di RS. Bhayangkara Pekanbaru,” tutur AKP Amrullah.

Adapun untuk hasil autopsi sementara kata dia, ditemukan luka lecet pada bagian bibir atas dan bawah, luka memar pada bibir atas dan bawah, luka terbuka pada Ujung lidah, resapan darah pada kulit kepala bagian sebelah kiri, Otot leher, selaput pembungkus kerongkongan, saluran penapasan, pengantung usus dan dalam usus dan tanda sianosis (mati lemas) pada ujung-ujung jari tangan dan kaki dan pelebaran pembuluh darah otak, dan kelopak mata. ” penyebab kematian diduga terjadi kekerasan tumpul pada daerah leher yang menyebabkan sumbatan jalan nafas sehingga menimbulkan mati lemas (aspicia).” pungkasnya.***

Halaman: 123Lihat Semua