Menu

Pulau Bengkalis Terus Terkikis Abrasi, Pemkab Bengkalis, Meranti dan Gubri Rakor ke Menko Maritim

Dahari 23 Jun 2019, 09:04
Salahi satu titik abrasi di Bengkalis/hari
Salahi satu titik abrasi di Bengkalis/hari

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, sangat serius untuk menangani masalah abrasi, hal ini terbukti dengan dikucurkannya anggaran milyaran rupiah, meskipun dana miliaran tersebut belum maksimal untuk membuat penahan gelombang.

Bupati Amril Mukminin menyebutkan saat ini pemerintah sedang mengikuti rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Maritim Republik Indonesia di Jakarta, bukan hanya Bupati Bengkalis yang ikut rakor tetapi juga Bupati Kepulauan Meranti dan Gubernur Riau.

"Kita akan rapat koordinasi dengan pak Menko Maritim bersama Gubernur Riau, Bupati Kepulauan Meranti dan Bupati Bengkalis juga, selain membahas tentang abrasi kita juga akan membahas masalah batas wilayah NKRI yang makin berkurang," ungkap Amril Mukminin.

Amril Mukminin menanggapi pernyataan Profesor Koichi Yamamoto, peneliti dari Universitas Yamaguchi, Jepang yang mengatakan Pulau Bengkalis terancam tenggelam oleh abrasi, meskipun belum tau kebenarannya tetapi kita tetap waspada.

"Kita sudah berupaya menanggulangi permasalahan abrasi ini, bahkan sepuluh tahun belakangan telah kita gelontorkan dana mencapai 300 miliar lebih, tapi dampaknya memang belum signifikan,"ujarnya.

Amril mengakui abrasi yang terjadi di Pulau Bengklis sudah mengikis sehingga berdampak mengurangi luas Kepulauan NKRI.

"Akibatnya, batas kita berkurang. Mohon maaf, wilayah jiran tetangga makin luas kita makin sempit,"cetusnya.

Masih kata Amril, terkait ancaman abrasi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Bengkalis semata. Bahkan sudah menjadi permasalah pusat karena sudah masuk wilayah perbatasan NKRI.

Dari rapat kordiansi itu nantinya harap Amril Mukminin, bukan hanya masalah abrasi melainkan juga batas wilayah NKRI datap terselesaikan berkat bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi dan Pusat.

"Mudah mudahan langkah dan upaya yang kita lakukan ini dapat mengatasi kajian serta penelitian itu. Meskipun kajian itu belum tentu benar. Setidaknya kita telah berupaya dan waspada akan kemungkinan tersebut,"pungkasnya.***


R24/phi/hari