Menu

Pedas, YLKI Tuding Penurunan Harga Tiket Pesawat Cuma Akal-akalan Pemerintah

Siswandi 3 Jul 2019, 15:11
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Kecaman pedas datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), terkait kebijakan pemerintah tentang penurunan harga tiket pesawat Low Cost Carrier atau LCC pada hari dan jam tertentu.

Meski secara umum kebijakan itu bisa dipahami dari sisi harapan masyarakat, namun Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi menilai, turunnya harga tiket tersebut hanyalah gimmick marketing, alias tipuan pada konsumen.

Sebab, turunnya tiket hanya pada jam dan hari di waktu non peak season alias jam penerbangan yang memang sepi penumpang.  

"Tanpa diminta pun, pihak maskapai akan menurunkan tarif tiketnya pada jam dan hari non peak season tersebut. Jadi turunnya tiket pesawat hanya kamuflase saja," lontarnya, melalui keterangan tertulis, Rabu, 3 Juli 2019.

Dilansir viva, Tulus mengatakan, jika tarif tiket pesawat mau turun signifikan, pemerintah harus menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket sebesar 10 persen dan PPN avtur sebesar 10 persen. Apalagi di banyak negara, tidak ada PPN untuk tiket maupun avtur.

"Jadi pemerintah harus bersikap fair, jangan hanya maskapai saja yang diinjak agar tarifnya turun, tetapi pemerintah tidak mau 'bagi-bagi beban' alias mau menang sendiri," lontarnya lagi.

Tak hanya itu, Tulus juga mengkritisi kebijakan pemerintah menurunkan tiket pesawat di luar ketentuan regulasi soal tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). Sebab, kebijakan itu dinilainya bisa menjadi sesuatu yang kontraproduktif.

"Yakni sisi keberlanjutan finansial maskapai udara yang menjadi taruhannya dan ending-nya konsumen justru akan dirugikan," ujarnya lagi. ***