riau24

Omzet Anjlok, Pedagang Datangi Kantor Walikota Pekanbaru Protes Ada Indomaret di Komplek Mal SKA

11 Jul 2019 | 20:32 WIB
Pedagang mengeluhkan Indomaret berada di kompleks Mal SKA Pekanbaru (foto/istimewa) R24/riki Pedagang mengeluhkan Indomaret berada di kompleks Mal SKA Pekanbaru (foto/istimewa)

RIAU24.COM -  Kamis 11 Juli 2019, Sejumlah pedagang yang berjualan di Kompleks Mal SKA datangi Kantor Walikota Pekanbaru. Kedatangan para pedagang itu meminta toko ritel, Indomaret yang berada di Komplek Mal SKA Pekanbaru ditutup.

"Keberadaan 2 gerai Indomaret disana, ini sangat mempengerahi pedagang-pedagang seperti kami yang ada disana," jelas Eri Wiria salah seorang perwakilan pedagang kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut yang menemui massa.


BACA JUGA : Dishub Pekanbaru Terus Evaluasi Aktivitas Bus TMP




Eri mengatakan bahwa keberadaan gerai Indomaret itu dianggap telah mematikan mata pencaharian pedagang kecil disana. Bahkan omzet pedagang sangat jauh berkurang setiap harinya.

"Omzetnya dari Rp500 ribu sampai sekarang Rp50 ribu per harinya. Ini kan gak menghidupi lagi namanya," kata Eri mengeluh.

Eri sebut berkurangnya omzet yang didapat pedagang karena barang yang dijual pedagang telah tersedia di gerai Indomaret.

space

BACA JUGA : Bersama Pemko Pekanbaru, BI Perwakilan Riau Turut Serahkan Kartu Smart Madani dan KIA


Mendapat keluhan pedagang itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, sebut pihaknya akan segera meninjau gerai Indomaret yang berada di dalam Komplek Mal SKA Pekanbaru.

"Mal SKA itu izin usahanya pusat perdagangan. Makanya waktu ada pengajuan ritel (Indomaret) memperbolehkan, kita (DPP Pekanbaru) juga melakukan survei ke lapangan, karena itu kawasan bisnis perdagangan saya rasa tidak ada masalah," tutur Ingot.

Namun Ingot mengatakan, permasalahan muncul saat gerai Indomaret ini dinilai telah mengurangi omzet pendapatan pedagang kecil yang berjualan di Komplek Mal SKA Pekanbaru.

"Dan ternyata di dalam itu ada UMKM. Karena status pasarnya gak ada, pernah diresmikan dulu oleh Menteri, tapikan berada di lingkungan swasta. Ternyata UMKM sana mengajukan protes, kita akan melakukan kroscek ke lapangan. Seperti apa kondisi real, nanti kita lakukan pertimbangan, kira harap ini bisa diselseaikan dengan bermusyawarah," sambungnya.

Penulis: R24/riki





Loading...