riau24

Kaget Ada Transgender Jadi Pejabat Malaysia, PM Mahatir Mohamad: Saya Belum Pernah Bertemu

12 Jul 2019 | 02:56 WIB
Transgender Rania Zara Medina ditunjuk sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara (CCM) Malaysia (foto/int) R24/riki Transgender Rania Zara Medina ditunjuk sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara (CCM) Malaysia (foto/int)

RIAU24.COM -  Jumat 12 Juli 2019, Publik Malaysia tengah heboh dengan berita seorang transgender jadi pejabat. Diketahui transgender bernama Rania Zara Medina ditunjuk sebagai anggota Mekanisme Koordinasi Negara (CCM) Malaysia periode 2019-2021.

Dilansir dari Okezone, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tidak tahu dan terkejut disebut soal penunjukan Rania Zara Medina itu. Apalagi Rania disebut sebagai wanita transwoman pertama diangkat pejabat Malaysia di bawah Kementerian Kesehatan.


BACA JUGA : Miris, Sedang Sholat Jumat Mesjid Diledakkan, Puluhan Jamaah Tewas di Tempat




“Transgender apa? Apakah Anda [telah] memeriksanya? Apakah Anda yakin dia seorang transgender?. Saya tidak tahu bagaimana dia transgender, saya belum pernah bertemu dengannya," kata Mahathir Mohamad.

Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye telah klarifikasi bahwa penunjukan trangender Rania Zara Medina sudah sesuai prosedur. Dr Lee menjelaskan bahwa semua 25 anggota CCM mewakili pemangku kepentingan yang berbeda seperti lembaga pemerintah, anggota akademik, perwakilan masyarakat, dan organisasi non-pemerintah.

space

BACA JUGA : Seorang Tentara India Tewas Ditembak Pasukan Bangladesh di Perbatasan, Ternyata Ini Penyebabnya


"Perwakilan masyarakat dari populasi sasaran dipilih dari populasi masyarakat itu sendiri dan disetujui oleh surat penunjukan CCM, yang merupakan Wakil Menteri Kesehatan," sebut Dr Lee dalam sebuah pernyataan dilansir Malay Mail, Kamis (11 Juli 2019).

“Populasi target termasuk waria (trangender), laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks perempuan, orang yang menggunakan narkoba, dan orang HIV/AIDS (ODHA),” lanjut Dr Lee kemudian.

Lee jelaskan CCM Malaysia didirikan pada 2009 untuk menangani penyakit HIV / AIDS bekerjasama dengan Global Fund. Fungsi CCM untuk mengendalikan HIV / AIDS sesuai dengan Rencana Strategis Nasional untuk mencegah penyakit di Malaysia.

Penulis: R24/riki





Loading...