riau24

STKSI, Inovasi Pemkab Pelalawan Hadapi Persaingan Global

24 Jul 2019 | 11:27 WIB
Inovasi Pemkab Pelalawan Hadapi Persaingan Global R24/phi Inovasi Pemkab Pelalawan Hadapi Persaingan Global

RIAU24.COM -  Seperti diketahui, pendekatan pembangunan yang dilakukan Pemkab Pelalawan adalah dengan penguatan sistem inovasi. Dalam hal ini Pemkab Pelalawan melaksanakan 5 langkah utama terkait dengan penguatan sistem inovasi.

5 langkah tersebut, yakni mengembangkan ekosistem kreatifitas dan inovasi daerah, mengembangkan klaster industri unggulan daerah, membangun kawasan teknopolitan, berkembangnya bisnis dan industri inovatif, meningkatkan pemenuhan air bersih, energi bersih, transportasi hijau, dan teknologi informasi serta lingkungan yang berkualitas. 

Bupati Pelalawan HM Harris menyebutkan, Kabupaten Pelalawan kini mampu tumbuh dan berkembangan dengan baik bahkan sangat cepat dibandingkan daerah lainnya, seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sektor lainnya.

"Kita terus menggelorakan semangat dan aktivitas berinovasi serta semangat dan aktifitas pembaharuan dalam upaya percepatan penanggulangan permasalahan pembangunan yang dihadapi di Kabupaten Pelalawan,” terangnya.

Ia percaya, dalam upaya melakukan percepatan dalam segala bidang, maka hal paling utama dilakukan adalah inovasi, lalu efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya, mengatasi keterbatasan anggaran, serta mendorong adaptasi terhadap globalisasi. 

Disisi lain katanya, inovasi juga diarahkan pada memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, perubahan mindset dan pola kerja pembangunan, serta peningkatan disiplin dan motivasi kerja masyarakat dan aparatur.

Makanya menurut Bupati Harris, lewat visi 2016-2021 yaitu "Inovasi Menuju Pelalawan Emas" yang merupakan singkatan dari Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus berkomitmen untuk kemajuan pembangunan Pelalawan. 

Makna dari visi tersebut adalah pembangunan yang didorong oleh upaya, gerakan dan prakarsa inovatif menuju Kabupaten Pelalawan yang mandiri dalam ekonomi, aman dan sejahtera dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dan dalam mewujudkan visi tersebut, ada tujuh program prioritas, salah satunya program Pelalawan Inovatif.

Sekolah Tinggi Kelapa Sawit Indonesia

Salah satu upaya nyata dari Program Pelalawan Inovatif guna mendorong daya saing daerah adalah membangun kawasan ekonomi baru yang mengintegrasikan industri bernilai tambah tinggi dengan pusat riset dan perguruan tinggi yang disebut Kawasan Teknopolitan Pelalawan yang nantinya mampu menjadi simpul dari Jaringan Inovasi Pelalawan, Riau dan Sumatera. 

Makanya, pada tahun 2015 lalu telah mendirikan kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang saat ini telah berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Kelapa Sawit Indonesia (STTKSI). 

Keberadaan STTKSI ini diharapkan akan mampu menjadi salah satu pilar utama dari Kawasan Teknopolitan yang semakin memperlihatkan fungsi dan perannya. Di samping menjalankan proses belajar, mengajar dan penelitian, saat ini STTKSI juga difungsikan untuk menjadi pusat riset dan pusat inovasi kawasan. 

"Dan ini sudah dimulai dengan melakukan inkubasi terhadap temuan teknologi yang ada di daerah ini. Hal tersebut dilakukan dalam upaya komersialisasi hasil riset dan pengembangan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)," jelasnya.

Sejauh ini menurut Bupati HM Harris, keberadaan STTKSI juga sangat membantu program pemerintah pusat dalam mengejar kemajuan pembangunan pendidikan Indonesia dengan mendirikan universitas yang ditargetkan. 

Ini juga membuktikan dengan dipercayanya Kabupaten Pelalawan sebagai tuan rumah pelaksanaan seminar internasional dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23 pada tahun 2018 lalu yang dihadiri langsung Sekretaris Jenderal (Sekjen) mewakili Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Harris Munandar, guru besar dari Tsuba University Jepang, serta puluhan universitas dalam negeri. 

Tak cukup dengan kawasan Teknopolitan, Pemkab Pelalawan juga saat ini berencana membangun Pelabuhan Sokoi yang berada di kecamatan Kuala Kampar. Dimana pelabuhan Sokoi ini, merupakan pelabuhan kargo dan mendukung ke kawasan teknopolitan.

"Ini juga upaya kita mendukung program Pemerintah Pusat untuk membuka akses transportasi internasional di wilayah perairan Kabupaten Pelalawan yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura," ujarnya.

Keseriusan pemkab ini juga sudah dilihat lansung oleh Menko Kemaritiman beberapa waktu lalu yang datang berkunjung ke Kabupaten Pelalawan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko dapat melihat secara langsung keseriusan Pemkab Pelalawan dalam membangun dan mendukung program Nasional dalam persaingan global melalui pembangunan kawasan Teknopolitan. Dimana potensi kelapa sawit di Pelalawan. Potensi perkebunan kelapa sawit ini penyumbang terbesar bagi Pelalawan. 

Bupati Harris menegaskan kalau Teknopolitan milik Pemkab Pelalawan sendiri dikhususkan untuk kelapa sawit. Di kawasan tersebut akan dibagi tiga zona yakni zona pendidikan, riset dan industri.

Namun ia memberi catatan, hasil rapat dengan Menristek Dikti bahwa karena Pelalawan ketergantungan perekonomian dengan harga kelapa sawit dipasar dunia, maka Pelalawan harus mandiri. Karena dengan kemandirian ini salah satunya adalah dengan pengolahan kelapa sawit dan sawit merupakan potensi ekonomi masyarakat Pelalawan 70 % di Riau dan 75% khusunya di Kabupaten Pelalawan.

"Itu juga yang menjadi alasan kuat kenapa Sekolah Tinggi Teknologi Sawit Indonesia (STTSI) dan kenapa harus di sini, karena potensi di Kabupaten Pelalawan itu ada," ujarnya.

Ia berharap keberadaan sekolah tinggi teknologi sawit indonesia ini, tentunya generasi kita kedepannya dan industri hilir khusunya juga bisa berkembang. Begitu juga besok kita ada MoU dengan Pertamina, bagaimana minyak CPO itu bisa menjadi bahan bakar," tuturnya. 

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa dirinya meminta agar Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit Indonesia (STTKSI) bekerjsama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Hal ini ITB karena sudah memiliki teknologi soal kelapa sawit. 

"Artinya, agar lebih konkret, saya minta sekolah tinggi kelapa sawit yang ada di kawasan teknopolitan dapat melakukan kerjasama dengan ITB, sehingga para generasi penerus bangsa bisa mandiri," sebutnya.

"Dengan adanya pembangunan STTKSI di kawasan Teknopolitan tersebut, maka diharapkan nantinya akan menghasilkan produk turunan kelapa sawit. Tidak hanya CPO saja seperti saat ini. Dan kita tentunya sangat mendukung upaya Pemkab Pelalawan dalam membangun kawasan Teknopolitan ini,” tutupnya.

Penulis: R24/phi




Loading...

loading...