riau24

WWF Minta Panglima TNI dan Kapolri Tegas Tindak Pembakar Taman Nasional Tesso Nilo

13 Aug 2019 | 20:48 WIB
Taman Nasional Tesso Nilo terbakar lagi (foto/int) R24/riki Taman Nasional Tesso Nilo terbakar lagi (foto/int)

RIAU24.COM -  Selasa 13 Aguatus 2019, World Wide Fund for Nature (WWF) Riau berharap banyak dengan kedatangan rombongan Panglima TNI, Kapolri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kepala BNPB ke Riau. Terlebih lagi Taman Nasional Tesso Nilo kembali terbakar.

Harapan ini diutarakan oleh Staf Komunikasi WWF Riau, Samsydar, Selasa, 13 Agustus 2019. "Mudah-mudahan dengan kedatangan Panglima ke Riau bencana asap ini tidak sampai terulang lagi. Yakinkan masyarakat agar tidak terulang lagi," kata Samsydar.


BACA JUGA : Muncul Tagar #BUBARKANBANSER, Politisi Demokrat Ini Malah Bela Banser dan Bilang Ini


Selain itu, kedatangan Panglima TNI Hadi serta Kapolri Tito juga harus ada upaya nyata seperti penegakan hukum tidak tebang pilih. Usut dugaan keterlibatan korporasi sampai tuntas, tidak sekedar menyalahkan masyarakat sebagai pelaku utama karhutla.

"Khusus untuk yang di TNTN (Taman Nasional Tesso Nillo), pemerintah harus segera menangani perambahan. Karena kejahatan ini yang menjadi faktor terjadinya kebakaran di wilayah konservasi. Sementara disana merupakan habitat gajah di Riau. Jika tidak ditangani dengan serius, maka konflik gajah dengan manusia akan terus meningkat," kata Samsydar.


BACA JUGA : BUMN Bakal Buka Lowongan Besar-besaran, ini Syaratnya!


Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau menginginkan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Kepala BNPB Letjen Doni Munardo yang kini berada di Riau tidak hanya sekedar melakukan peninjauan karhutla.

Harapan besar ini diutarakan Deputi Direktur Walhi Riau, Fandi Rahman, yang berharap ada aksi nyata terhadap pelaku karhutla terutama para korporasi pembakar lahan yang kembali melakukan aksi serupa. Sebab akar permasalahan yakni perbaikan tata kelola, penegakan hukum, illegal logging, konsesi yang lokasinya kembali terbakar.

Penulis: R24/riki




Loading...

loading...