riau24

Gejolak Terus Berlanjut, Selain Fakfak, Aksi Demonstrasi Masyarakat Juga Terjadi di Mimika

21 Aug 2019 | 11:10 WIB
Ilustrasi R24/wan Ilustrasi

RIAU24.COM -  Aksi demonstasi masyarakat Papua, masih terus berlanjut pada Rabu 21 Agustus 2019 ini. Setelah Fakfak, di Papua Barat, aksi serupa juga dilakukan masyarakat dari berbagai wilayah di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Namun yang agak berbeda, bila aksi di Fafak diwarnai dengan terbakarnya bangunan, namun di Mimika cenderung berjalan lebih damai. Sejauh ini, aksi masyarakat Mimika tersebut berjalan dengan baik.


BACA JUGA : Ditolak PDIP Surakarta Jadi Calon Walikota, Gibran Malah DIbela Tokoh Yang Getol Kritik Jokowi


Sejak Rabu pagi tadi, lebih dari seribuan masyarakat Mimika  turun ke jalan guna menyuarakan aspirasi antirasialisme. Sama dengan aksi-aksi sebelumnya, demo tersebut terkait insiden yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Dilansir antara, massa bergerak dari berbagai arah hingga berkumpul di halaman depan Kantor DPRD Kabupaten Mimika yang berada di Jalan Cenderawasih Kota Timika. Massa terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa, orangtua, anak-anak, serta kaum perempuan. Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan kalimat-kalimat menentang tindakan rasisme.

Sementara itu, cnnindonesia melaporkan, koordinator aksi selalu mengingatkan massa aksi agar tidak melakukan tindakan anarkis seperti merusak fasilitas umum dan lainnya. Di hadapan peserta aksi, koordinator aksi mengajak massa aksi mengutamakan demo damai, dan menyampaikan aspirasi di muka publik secara baik.

space

BACA JUGA : Isunya Sudah Terlanjur Beredar, Begini Respon DPR soal Usulan Legislator tak Wajib Mundur Jika Ikut Pilkada

Terkait aksi itu, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto juga mengimbau massa agar mengedepankan kedamaian.

"Saya minta warga menjaga ketertiban dan penyampaian aspirasi, dan tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi kekacauan karena hanya merugikan diri sendiri dan orang lain," ujarnya.

Hingga berita ini disiarkan, massa aksi masih menunggu kedatangan pimpinan DPRD Kabupaten Mimika yang disebutkan akan menerima pengunjuk rasa itu. ***

 

Penulis: R24/wan





Loading...