riau24

Air Kemasan yang Terpapar Panas Membahayakan Tubuh, Benarkah? Ini Penjelasannya

25 Aug 2019 | 14:35 WIB
Ilustrasi R24/ibl Ilustrasi

RIAU24.COM - Pernahkan Anda meninggalkan air kemasan botol tertinggal di mobil atau ditempat yang terpapar panas matahari? Lantas apakah hal tersebut berbahaya

Dilansir dari Klikdokter.com, air kemasan botol plastik biasanya terbuat dari bahan yang disebut polyethylene terephthalate  (PET). Ketika terpapar panas, bahan tersebut dapat luluh dan menghasilkan dua jenis bahan kimia, yaitu Bisphenol A (BPA) dan juga antimon.

Untuk diketahui, Bisphenol A (BPA) merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan pada industri dalam pembuatan plastik, tak terkecuali botol minum plastik. Meskipun terkadang berlabel bebas BPA, tidak menjamin bahwa botol plastik tersebut lebih aman. Zat lain yang disebut Bisphenol S (BPS) digunakan sebagai substitusi dan akan memiliki dampak yang tidak jauh berbeda.

Jika hal itu kemudian masuk ke dalam tubuh, BPA diketahui bahan yang mengganggu aktivitas endokrin atau hormon. Zat kimia ini dapat bekerja selayaknya hormon yang ada di tubuh. Padahal, hampir seluruh yang terjadi pada tubuh Anda diregulasi oleh hormon. 

Menurut penelitian pada hewan, BPA dalam jumlah diatas normal dapat berakibat pada terganggunya perkembangan dan pertumbuhan anak, perkembangan otak janin, gangguan reproduksi seperti menurunnya kesuburan, hingga gangguan metabolik seperti tiroid atau gondok.

BACA JUGA : Ini Cara Mengatasi Penyakit Vertigo saat Kambuh Mendadak dengan Cepat secara Alami


Sedangkan Antimon merupakan unsur kimia dengan nama lain Stibium (Sb) yang sering menjadi komponen penyusun dari PET sebagai bahan pembuat botol plastik kemasan. Selain itu, antimon juga banyak digunakan pada manufaktur plastik lain, bahan semikonduktor, dan lainnya. 

Sama seperti Bisphenol A, jika terpapar panas maka zat kimia ini juga dapat beracun bagi tubuh jika masuk dalam jumlah banyak. Diketahui antimon bersifat racun, mutagenik, karsinogenik, dan teratogenik. Selain beracun, zat ini juga dapat menyebabkan mutasi, pembentukan kanker, dan kecacatan pada janin yang sedang dikandung.

Lalu, benarkan botol air kemasan yang terpapar panas dalam waktu yang lama dapat meluluhkan zat kimia yang terkandung pada plastik dan tercampur dalam air dan dapat membahayakan tubuh? Menurut BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), isu yang sering beredar di masyarakat tentang ini merupakan hal yang tidak benar. 

Kandungan Bisphenol A dan antimon pada botol air kemasan memang akan meluluh pada paparan panas. Namun demikian hanya dalam jumlah yang sangat sedikit dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan. 

Menurut penelitian yang dilakukan di Tiongkok tahun 2016, membutuhkan paparan suhu sekitar 70 derajat Celsius selama 4 minggu berturut-turut pada air kemasan botol hingga mencapai ambang batas yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

space

BACA JUGA : Studi Terbaru Menyebutkan, Rokok Ternyata Dapat Menyebabkan Depresi dan Gangguan Kejiwaan

Selain itu, yang perlu Anda ketahui adalah semua bahaya dan risiko akibat BPA ataupun antimon yang disebutkan di atas, merupakan hasil penelitian yang dilakukan terhadap binatang percobaan. 

Anda tidak perlu khawatir jika ingin minum air kemasan yang sudah terpapar panas karena hal tersebut terbilang aman. Tapi, menurut penelitian yang ada, tetap dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang masalah ini dan efeknya langsung pada manusia.

Dengan adanya masalah pengelolaan plastik, ada baiknya juga jika Anda mulai membawa botol minum sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik dan menghindari risiko kesehatan karenanya.

Penulis: R24/ibl





Loading...