Menu

Terkait Ibukota Negara Baru, Fadli Zon Prediksi Nasibnya akan Seperti Ini

Siswandi 3 Sep 2019, 11:57
Fadli Zon
Fadli Zon

RIAU24.COM -  Hingga saat ini, pro dan kontra masih saja menyertai rencana pemerintah memindahkan ibukota negara ke Kalimantan Timur. Salah satunya, datang dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Menurutnya, rencana pemerintah itu baru sebatas wacana ketimbang rencana.

Tak hanya itu, Fadli juga memprediksi nasibnya nanti akan sama halnya dengan rencana mobil nasional (mobnas) Esemka. Pasalnya, hingga saat ini realisasinya juga tak kunjung jelas.
 
zxc1

"Saya menganggap ini masih wacana ketimbang rencana. Karena kalau rencana pasti ada planning yang jelas. Ada hitung-hitungan terhadap kondisi ekonomi, politik, budaya sosial, dan sebagainya," ujarnya, dalam seminar berjudul Menyoal Rencana Pemindahan Ibukota di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 3 September 2019.

Ikut hadir dalam kesempatan itu politikus senior PAN Amien Rais dan budayawan Betawi Ridwan Saidi. Selain itu juga hadir Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara dan Pengkaji Geopolitik Hendrajit.

"Yang terjadi sekarang ini adalah wacana oleh presiden untuk memindahkan ibukota negara. Ini istilahnya out of the blue. Kok tiba-tiba bicara rencana pemindahan ibu kota negara," tambahnya, dilansir detik.

Menurut Fadli, sejauh ini ia melihat pemerintah belum punya rencana matang terkait pemindahan ibukota. Apalagi hingga sejauh ini, pemerintah juga belum kunjung menyerahkan dokumen legal kepada DPR.

"Kenapa saya menyebut wacana, karena hingga saat ini belum ada dokumen legal dan konstitusional yang disampaikan pemerintah untuk mendukung rencana tersebut. Kemudian dalam nota keuangan dan RAPBN 2020, tidak ada satu pun item belanja yang mendukung rencana pemindahan ibukota. Jadi belum ada dalam postur anggaran," terangnya lagi.

Sama dengan Esemka
Fadli memprediksi, rencana ini bakal bernasib sama seperti peluncuran dan produksi mobil Esemka. Meski sudah lama didengungkan, namun realisasinya dinilai tak kunjung pasti.

Sehingga Fadli menduga rencana pemindahan ibukota hanya upaya pemerintah mengalihkan isu. Padahal, saat ini banyak isu penting lain yang perlu dijawab pemerintah.

"Saya khawatir rencana pemindahan ibu kota hanya dalih karena ketidakmampuan mengatasi persoalan yang ada. Saya termasuk yang merasakan kalau dilakukan di 2023-2024 akan bernasib sama seperti Esemka. Karena Esemka itu causa pertama. Jadi saya kira akan bernasib sama kurang lebih. Saya berharap hari ini kita tidak hanya berbicara pepesan kosong," tandasnya lagi. ***