riau24

Merasa Susah Tidur? 3 Hal ini Bisa Jadi Penyebabnya, Belum Tentu Insomnia

03 Sep 2019 | 12:10 WIB
Ilustrasi R24/ibl Ilustrasi

RIAU24.COM - Baik atau tidaknya seseorang ketika tidur, dapat memengaruhi kesehatan. Untuk itu, menjaga pola tidur sehat selama 7-9 jam harus dilakukan. Tapi, tak jarang orang kesulitan tidur dan membuat kondisi kesehatan tubuh menurun.

Dilansir dari Detik.com, Selasa, 03 September 2019, penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania menemukan, 25 persen orang Amerika mengalami insomnia akut setiap tahun, yang diklasifikasikan dalam penelitian ini sebagai kesulitan tidur selama tiga malam dalam seminggu selama setidaknya dua minggu berturut-turut.

Menurut para ahli, ini ciri seseorang dikatakan insomnia, baik gejala tunggal maupun kombinasi.

BACA JUGA : Sebabkan Keracunan dan Kematian, 4 Makanan Sehari-hari Ini Berbahaya

1. Berusaha tidur selama 30 menit, tapi tidak bisa
Menurut ahli tidur dari Virginia Mason Medical Center di Seattle, Brandon Peters-Mathews, insomnia didefinisikan sebagai kesulitan tidur yang ditandai dengan menghabiskan lebih dari 30 menit untuk mencoba tidur, tapi tetap tidak bisa. Selain itu, bangun lebih awal saat tertidur lebih malam juga bisa menjadi salah satu kombinasi tanda insomnia.

2. Mudah cemas
Brandon mengatakan kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan suasana hati seperti kecemasan, depresi, dan mudah marah. Hubungan ini disebut menjadi lingkaran setan yang memperburuk kualitas tidur.

"Perbedaan antara kecemasan terkait insomnia versus kecemasan umum adalah bahwa kecemasan terkait insomnia biasanya berkaitan dengan tidur," jelas ahli gangguan tidur, Anita Shelgikar.

BACA JUGA : Hati-hati 5 Makanan Ini Lebih Berbahaya Dari Rokok

3. Terjadi 3 kali dalam seminggu
Terakhir, beberapa orang mengalami insomnia dalam waktu singkat, tapi ada pula yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Tapi ada hal yang perlu diperhatikan, jika gejala insomnia berlangsung, setidaknya tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih, maka segera kunjungi dokter atau spesialis tidur.

Penulis: R24/ibl




Loading...

loading...