riau24

BEM UNRI Kritik Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand Saat Kabut Asap Makin Parah

11 Sep 2019 | 10:34 WIB
Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand dikritik Presma UNRI (foto/int) R24/riki Gubernur Riau Syamsuar ke Thailand dikritik Presma UNRI (foto/int)

RIAU24.COM -  Rabu 11 September 2019, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Riau (UNRI), Syafrul Ardi menanggapi kabar Gubernur Riau Syamsuar yang tidak hadir saat shalat istisqa bersama seluruh PNS dan warga di halaman kantornya. Apalagi Gubernur Riau Syamsuar pergi menghadiri acara di Thailand saat kabut asap kian parah.


BACA JUGA : Ambruk dan Memakan Korban, DPRD Riau Sebut Pembangunan Dermaga Roro di Pelabuhan Buton Siak Asal-Asalan


Presma UNRI Syafrul Ardi bahkan menyebut Pemerintah Provinsi Riau tidak punya solusi kongkrit, apalagi Gubri Syamsuar sebagai Dansatgas Karhutla malah memilih hadiri acara di Thailand. "Sangat mengecewakan pemerintah benar-benar tidak ada solusi yang kongkrit untuk menyelesaikan masalah yang sudah 22 tahun ini," sebut Syafrul Ardi.

"Keadaan riau semakin parah lantas Gubernur Riau pergi ke Thailand seolah ingin menghindari asap yang ada di Riau. Seharusnya Gubri merasakan dampak ini agar bisa merasakan apa yg dialami masyarakat. Kita sangat kecewa ketika permasalahan asap yang tak kunjung usai ini pemerintah seolah tidak serius. Bersama lah dengan masyarakat agar tahu yang dirasakan serta mampu memberikan solusi yg jelas terhadap permasalahan ini," sebutnya.


BACA JUGA : Sudah Dikunjungi Presiden Jokowi, Sore Ini Hotspot Riau Masih Tak Hilang-hilang


"Ngomongnya pada sedang bekerja di lapangan, memang benar yang di lapangan sedang mematikan tetapi keseriusan pemerintah untuk mengatasi masalah hulu dari kebakaran ini seperti apa? Jika fungsi hutan tak diganggu sedari awal maka 22 tahun tak akan terjadi di riau untuj masalah asap, membuka lahan segala macamnya menggunakan pembakaran ini seharusnya sangat diperhatikan terutama ketegasan dari aparat hukum nya," sebut Syafrul Ardi.

Presma UNRI Syahrul Ardi juga menganggap program 100 hari kerja Gubernur Riau Syamsuar untuk atasi Karhutla telah gagal. "Kita sampaikan itu (Gubri Syamsuar) gagal dengan dengan program 100 hari kerjanya untuk masalah Karlahut ini. Ternyata, karlahut dan kabut asap tak juga selesai, dan bahkan hampir seperti tahun 2015 silam," sebut Syahrul Ardi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya seluruh ASN atau PNS menggelar shalat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu pagi (11 September 2019). Hanya saja Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar tidak ikut Shalat Istisqa karena pergi ke Thailand.

Hal itu dibenarkan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution. “Ya beliau ke Thailand mengikuti agenda di Thailand,” ujar Wagubri Edy Natar usai Salat Istisqa di halaman Gedung Kantor Gubernur Riau.

Ketidakhadiran Guberrur Riau (Gubri) Syamsuar yang juga sebagai Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak kali ini saja. Ketika rapat koordinasi evaluasi Karhutla Selasa (10 September 2019) kemarin di Posko Karhutla Lanud Roesmin Nurjahdin, Syamsuar juga tidak hadir.

Penulis: R24/riki




Loading...

loading...