riau24

13 Mahasiswa Dan Tujuh Anggota Polisi Terluka, Wakapolda Riau Janji Akan Tanggung Biaya Pengobatan

17 Sep 2019 | 18:53 WIB
Mobil Watercanon Polda Riau semprotkan air untuk mengurai masa. R24/amri Mobil Watercanon Polda Riau semprotkan air untuk mengurai masa.

RIAU24.COM - Aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas kepolisian saat mencoba masuk Mapolda Riau, Selasa, 17 September 2019 sore menyebabkan tujuh anggota kepolisian terluka.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh 13 mahasiswa juga mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Kini ke tujuh petugas dan 13 mahasiswa kepolisian tengah dirawat di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.


BACA JUGA : Bersama Pemko Pekanbaru, BI Perwakilan Riau Turut Serahkan Kartu Smart Madani dan KIA


Masa aksi ribuan mahsiswa UR ini akhirnya bubar, setelah Waka Polda Riau Brigjen Pol Wahyu Widada menemui mahasiswa.

"Untuk teman-teman yang terluka, ada tujuh dari pihak kepolisian dan juga ada yang dari mahasiswa. Nanti mereka yang terluka akan kita obati, termasuk juga mahasiswa," ujar Waka Polda Riau.

"Saat ini Polda Riau dan jajaran masih terus melakukan penyelidikan untuk mengusut dan menangkap para pelaku pembakar lahan, semua itu ada prosesnya, jadi mohon kesabarannya," sebutnya.

space

BACA JUGA : Libatkan Universiti Kebangsaan Malaysia, FKIP Unri Sukses Adakan Joint International Conference 2019

Sekitar pukul 18.00 WIB ribuan masa aksi akhirnya membubarkan diri, terkait adanya mahasiswa yang diamankan oleh petugas langsung dibantah oleh Waka Polda Riau.

"Tidak ada yang ditahan, karena tadi ada bentrok mahasiswa tersebut diselamatkan agar tidak terpijak/terjepit," bantahnya.

 
Penulis: R24/amri





Loading...