riau24

Media Israel Makin Brutal Hina dan Bully Presiden Amerika Donald Trump, Diduga Karena Hal Ini

09 Oct 2019 | 15:22 WIB
Donald Trump R24/saut Donald Trump

RIAU24.COM -  Media-media Rezim Zionis mulai menyerang Donald Trump usai dia memecat John Bolton. Dalam serangan pertamanya, media-media Israel menyatakan, Trump banyak bicara, tapi tidak berbuat apa-apa. Kanal 12 Israel bahkan menyebut sekutu terbesar Tel Aviv ini “cerewet dan idiot.”

Skandal penyadapan pembicaraan telepon Trump tidak terlalu diperhatikan media-media Israel. Namun mereka menyikapi pemecatan Bolton sebagai sebuah ‘bencana.’

Sejak saat itu, media-media Israel tak sungkan lagi untuk menghujat presiden AS. Kecaman terhadap tindakan Trump berlanjut hingga kini. Kadang dipicu oleh penghinaan Trump terhadap orang Yahudi di Partai Demokrat, kadang oleh upaya Trump untuk bertemu Hassan Rouhani (presiden Iran), ketidakmampuan Trump untuk melindungi Saudi (dari serangan Yaman), dan yang terbaru, harian Yedioth Ahronoth memajang judul “AS meninggalkan sekutu Kurdi dan memberi lampu hijau kepada Erdogan untuk menyerang mereka” di tajuk utamanya.

Radio tentara Israel atau jaringan radio lainnya menyebut karakteristik Trump seperti “remaja bodoh.” Media-media Israel bahkan ‘melangkah lebih jauh lagi’ dalam menghujat presiden AS itu.

“Kita keliru sejak pertama karena berteman dengan Trump. Kita harus menjauhi dia sebelum warga AS sendiri celaka gara-gara Trump,”ujar Ehud Yaari, seorang analis televisi ternama di Israel seperti dilansir laduni.id.

Partai Likud juga berpendapat, Iran saat ini lebih berani dan tangguh untuk melancarkan serangan ke Israel. Menurut partai Netanyahu ini, omong besar Trump tidak berguna untuk Israel sama sekali. Trump dianggap hanya memikirkan kekuasaaan untuk dirinya dan tidak lagi punya sesuatu untuk diberikan kepada Rezim Zionis.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional yang dikenal sebagai sosok garis keras, John Bolton. Langkah ini dipandang semakin mendorong Trump untuk berunding dengan rival-rival AS di Afghanistan, Korea Utara (Korut) dan wilayah-wilayah konflik lainnya.

Trump menyebut, Bolton diberhentikan karena melakukan kesalahan besar dan gagal untuk berdamai dengan pejabat penting lainnya di dalam pemerintahan.***

Penulis: R24/saut





Loading...