Menu

Banyak Yang Salah Kaprah Tentang Mitos Jumat Kliwon, Ternyata Seperti Ini Faktanya

Riko 18 Oct 2019, 21:13
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Malam Jum’at atau tepat pada hari tersebut kerap diidentikkan dengan sesuatu yang berbau mistis. Tak jarang, hari Jum’at juga dianggap sebagai waktu yang tepat untuk melakukan beragam ritual, seperti memberi sesajen hingga memandikan benda-benda pusaka yang konon memiliki tuah dan kesaktian.

Bahkan menurut pengalaman dulu malam Jum’at dipahami sebagai hari yang penuh dengan hal-hal seram seperti keluarnya mahkluk-mahkluk ghaib dan sejenisnya. Seperti bentuknya? Simak ulasan berikut ini. 

Dianggap sangat sakral dalam budaya Jawa yang kental dengan ajaran Kejawen

Dalam tradisi Kejawen yang dikutip dari Suara Merdeka, malam Jumat adalah malam saat para sesepuh (baik itu mahluk halus maupun orang tua/saudara/kerabat yang sudah meninggal) mengunjungi anak keturunannya. Untuk menghormati kunjungan tersebut, tuan rumah kerap menyuguhkan barang-barang seperti teh, kopi, rokok, bahkan bunga melati dan kembang telon sebagai wangi-wangian.

Dipengaruhi lewat film-film bertema horor yang mengangkat tema hari Jum’at

Televisi menjadi ‘aktor’ utama dalam menyebarkan pemahaman bahwa hari Jum’at identik dengan hal-hal mistis. Salah satunya adalah Malam Jumat Kliwon produksi tahun 1986 yang dibintangi oleh aktris legendaris Suzanna. Dalam tayangan yang disuguhkan, ada banyak adegan mistis yang terjadi. Secara tidak langsung, film tersebut mengidentikan bahwa malam Jum’at (kliwon), berkaitan erat dengan nuasan supranatural.

Dianggap menjadi hari yang dirasa penuh nuansa mistis oleh sebagian orang

Karena adanya hal-hal seperti yang diuraikan pada poin pertama hingga ketiga, malam Jum’at kliwon akhirnya dipahami seolah-olah menjadi ‘gerbang’ bagi kemunculan hal-hal berbau mistis. Ditambah lagi acara-acara televisi yang seakan-akan mempengaruhi masyarakat bahwa malam Jum’at adalah hari yang penuh dengan keseraman.

Adanya ritual-ritual tertentu yang dikerjakan saat malam Jum’at tiba

Ada pula tradisi spiritual Jawa seperti puasa neptu 40 (puasa 40 hari/ puasa tiga hari berneptu 40), yang mendasari kesakralan malam Jum’at kliwon. Hal ini lazim terjadi karena memang waktu pelaksanaannya kerap jatuh pada hari tersebut. Alhasil, malam Jumat kliwon kerap menjadi rujukan dalam hal-hal yang terkait pencapaian mental dan laku spiritual yang juga masuk ke dalam ranah ghaib.

 

Sumber: Boombastis