Menu

Nekat Gelar Aksi Dihari Pelantikan Jokowi, Polisi Bubar Paksa Mahasiswa UNRI

Riko 20 Oct 2019, 15:32
Tak memiliki izin, Kasat Intelkam Polresta Pekanbaru Kompol Sugeng Hariyono (pakai top hitam) membubarkan aksi BEM UNRI di depan kantor DPRD Riau
Tak memiliki izin, Kasat Intelkam Polresta Pekanbaru Kompol Sugeng Hariyono (pakai top hitam) membubarkan aksi BEM UNRI di depan kantor DPRD Riau

RIAU24.COM -  Aparat kepolisian Pekanbaru membubarkan paksa aksi segelintir Mahasiswa dari BEM Universitas Riau (UNRI) terkait pelantikan Jokowi pada hari ini. Menurut Kasat Intelkam Polresta Pekanbaru Kompol Sugeng Hariyono pembubaran itu lantaran Mahasiswa tidak memiliki izin untuk mengelar aksi di depan kantor DPRD Riau. 

"Kalian tidak memiliki izin cepat bubar, " kata Sugeng dengan nada tinggi kepada Mahasiswa usai turun dari kendaraan roda duanya. Minggu 20 Oktober 2019.

Mahasiswa yang tidak terima diusir langsung merespon alhasil adu mulut antara Sugeng dan aparat kepolisian terjadi dengan Mahasiswa. 

"Kami cuman sebenar pak berorasi dengan damai untuk mensuarakan soal janji dan nawacita Jokowi untuk lima tahun kedepan, "ujar Kementrian Sosial dan politik BEM UNRI Juni. Minggu 20 Oktober 2019.

Tapi sayangnya alasan Mahasiswa itu tidak bisa diterima aparat kepolisian lantaran mahasiswa mengelar aksi itu tidak mengantongi izin. 

"Selama ini kalian kami beri izin dan tidak ada melarang untuk aksi. Tapi sekarang ini sudah kelewatan tidak ada izin dan lapor kalian mengelar aksi seharunya kalian lapor ke kami 3x24 jam, "pungkas Sugeng. 

Mahasiswa yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan mengaku kecewa terkait penyampaikan pendapat di muka umum yang sudah diatur undang-undang dibubarkan polisi. 

"Kami sangat kecewa diperlakukan seperti ini masak menyampaikan aspirasi ke publik tidak boleh padahal aturan menyampaikan aspirasi dan pendapat deperbolehkan undang-undang, "sesalnya.

Untuk diketahui berdasarkan pantauan Riau24 com Mahasiswa memulai aksi sekitar pukul 14. 45 wib. Dalam aksi itu mahasiswa membawa pengeras suara dan spanduk bertulisan 'Jokowi gagal Penuhi janji' #Save KPK.