Menu

DPRD Riau Masih Kaji Soal Usulan Pinjaman Daerah Rp4, 4 Triliun

Riko 6 Nov 2019, 14:08
Asri Auzar
Asri Auzar

RIAU24.COM -  Wakil ketua DPRD Riau Asri Auzar menjelaskan terkait usulan pinjaman daerah sebesar Rp4, 4 Triliun dalam RAPBD 2020 oleh gubernur Syamsuar batal atau tidaknya. Menurutnya pinjaman itu tidak batal karena masih tengah dibahas dan kaji. 

Demikian disampaikan Asri menanggapi banyaknya penolakan fraksi terhadap pinjaman daerah pada paripurna kemarin itu. 

"Belum batal masih dikaji seperti apa teknisnya. Gubernur juga belum memberikan ekspos pada kita, apa itu pinjaman daerah? apakah berupa obligasi, SMI atau pinjaman ke bank konvensional atau syariah," kata Asri di DPRD Riau. Rabu 6 November 2019.

Tapi memang diakui Asri soal pinjaman daerah itu telah dimasukkan pada APBD Perubahan 2019 kemarin. Tapi karena kajianya belum ada maka pembahasnya kemungkinan tahun depan. 

"Mungkin APBD 2021 kita bahas karena kajianya belum ada sama kami, " terangnya. 

Terpisah Anggota Bangar DPRD Riau Sunaryo sebelumnya juga mengatakan ketidak setujuan rencana Syamsuar untuk melakukan hutang yang dimasukan dalam pendapatan RAPBD Riau 2020. Menurutnya hutang itu harus dikaji dengan matang jangan sampai ada masalah hukum di kemudian hari.

"Pinjaman itu harus dikaji matang jangan sampai ada masalah hukum di kemudian hari. Selain itu hutang itu harus selesai di masa Gubri sekarang tidak boleh melebihi jabatan Gubri,"ujarnya.

Sementara itu dalam paripurna pandangan fraksi terhadap RAPBD 2020 kemarin juru bicara fraksi Golkar Amyurlis juga tidak setuju adanya pinjaman daerah itu. Menurut pihaknya melihat resiko yang cukup besar kedepanya. 

"Fraksi Golkar  ingin mengingatkan ketidak setujuan rencana itu. Maka dari itu Fraksi dengan tegas menolak pinjaman dana itu, dan kita minta di tinjau ulang dan dikaji secara mendalam seperti yang disampaikan juru bicara fraksi PDIP almainis, Fraksi Demokrat Eva Yuliana , fraksi Gerindra, Pan dan PKB, "tuturnya.

Sebelumnya, Syamsuar menyebutkan akan melakukan pengajuan pinjaman sebesar Rp 4,4 triliun ke BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau ke BUMD Bank Riau Kepri (BRK), untuk membangun jalan di Riau sepanjang 500 kilometer (Km).