riau24

Jelang Maulid, Wakil Ketua DPR Ajak Perkokoh Persatuan

08 Nov 2019 | 08:35 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aziz Syamsuddin (foto/int) R24/riki Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aziz Syamsuddin (foto/int)

RIAU24.COM - JAKARTA- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aziz Syamsuddin menyatakan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW harus bisa menjadi ajang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


BACA JUGA : Datangi Komisi I DPRD Riau, Dewan Inhu Keluhkan Minimnya PAD Galian C dan CSR Perusahaan Perkebunan


Sebagaimana, hari kelahiran manusia terbaik dunia itu berdasarkan kalender masehi jatuh pada hari Sabtu, tanggal 9 November 2019.

Menurut Azis Maulid adalah perayaan istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, yang diperingati setiap tahunnya.

"Diharapkan Maulid Nabi dapat meningkatkan toleransi sesama anak bangsa. Serta meningkatkan spirit dalam membangun negeri, berdasarkan sikap dan kepribadian Rasulullah SAW. Nabi Muhammad," ujarnya kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

space

BACA JUGA : Terobos Penjagaan Mapolrestabes Medan, Pelaku Ternyata Bawa Bom Dililit di Pinggang


Salah satu suri tauladan yang harus diteladani oleh semua umat muslim, kata politisi Partai Golkar itu adalah sikap nabi dalam menghadapi perbedaan, jiwa sosial yang tinggi, perhatiannya terhadap pendidikan.

"Serta menjaga keimanan terhadap Allah merupakan sikap utama yang rasulullah selalu amalkan dalam kesehariannya," kata Azis.

Sebagaimana, kata Azis nabi dengan hukum syariatnya mampu menjaga semua umat dalam kerukunan di bawah tuntunan syariat Islam.

"Terciptanya masyarakat madani tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam menjaga toleransi, khususnya dalam hal keberagaman Agama. Rasulullah SAW, menjadi teladan utama dalam memberikan contoh sikap toleransi yang indah. Seperti yang beliau hadapi pada zamannya," kata Azis.

Karena pada zaman nabi, terdapat berbagai macam suku, etnis, kebudayaan serta agama. Namun semua itu dapat tetap bersatu dan berdampingan di bawah syariat Islam yang di bawa Nabi Muhammad SAW.

"Kita memahami bahwa Indonesia memiliki keberagaman dalam segala aspek. Namun, hal ini bukan semata menjadi hal yang perlu ditakuti. Islam mengajarkan bahwa perbedaan merupakan sebuah rahmat dan karunia besar dari Allah SWT," kata peraih gelar Master Applied Finance (MAF) dari University of Western Sydney, Australia (1998) ini.

Isu perpecahan Indonesia saat ini menjadi hal yang sangat mengkahwatirkan sekaligus menjadi duka mendalam bagi kita semua. Hal-hal seperti ini tidak sepatutnya terjadi di Negara yang menjunjung tinggi ideologi Pancasila serta spirit Kebhinekaan.

"Melalui perayaan Maulid Nabi, saya berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat memperkokoh kesatuan dan persatuan antar suku, etnis, kebudayaan dan agama sesuai dengan apa yang telah Nabi Muhammad SAW ajarkan sebelumnya. Dengan begitu, Indonesia akan tetap menjadi negara yang aman dan rukun dalam keberagaman," kata Ketua Umum KNPI 2008-2011 itu. (R24/Bisma)

Penulis: R24/riki





Loading...