Menu

Israel Lakukan Investigasi Usai Bomnya Menewaskan 5 Anak Palestina Yang Take Bersalah

Riko 16 Nov 2019, 15:19
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM -  Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan nvestigasi pasca bom yang digunakan dalam serangan udara di Gaza, Palestina, menewaskan delapan orang sekeluarga termasuk lima anak yang tak bersalah.

Serangan membabi buta itu dilakukan militer Zionis saat menyerang para militan Jihad Islam Palestina (PIJ) yang menembakkan ratusan roket ke wilayah Israel. Akibat dari itu
Israel langsung membalas dengan membom sebuah rumah keluarga di Deir al-Balah pada Kamis dini hari. Serangan itu membunuh Rasmi Abu Malhous, istrinya, istri saudara laki-lakinya, dan lima anak-anak mereka.

IDF mengklaim Abu Malhous adalah komandan skuadron roket Jihad Islam Palestina dan mengakui bahwa pria itu memang target serangan. Tetangga keluarga korban mengatakan foto yang diterbitkan IDF yang dimaksudkan adalah Abu Malhous adalah seorang pria yang berbeda dengan pria yang terbunuh dalam serangan tragis itu.

Serangan militer Israel terhadap rumah itu diduga kuat sebagai kasus salah identitas yang fatal.

"Kami melakukan upaya intelijen dan operasional besar-besaran untuk tidak menyakiti non-kombatan selama menggagalkan kegiatan teror," kata IDF dalam sebuah pernyataan, yang menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki klaim tentang adanya warga sipil yang tidak bersalah yang terbunuh dalam serangan di Gaza tengah pada Kamis dini hari.

Sumber-sumber militer Zionis mengatakan kepada Haaretz bahwa serangan itu menargetkan infrastruktur. IDF bersikeras bahwa mereka tidak mengetahui jika ada orang di dalam gedung dan bahwa komandan Jihad Islam Palestina sering menyembunyikan amunisi dan infrastruktur militer di rumah mereka.

Menurut laporan Haaretz, yang dikutip Sabtu (16/11/2019), keluarga yang dibom militer Zionis itu diduga memiliki nama yang sama dengan komandan Jihad Islam Palestina. Dugaan ini dibenarkan tetangga korban.

Para korban serangan bom itu hidup dari menggembalakan domba dan dikenal sebagai orang-orang yang sederhana dan miskin, sementara seorang komandan Jihad Islam Palestina hidup di lingkungan yang lebih baik.

Sebanyak 34 warga Palestina tewas selama dua hari serangan udara IDF di Gaza, sedangkan Jihad Islam Palestina menembakkan lebih dari 450 roket ke Israel selatan yang sebagian besar dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Kekerasan itu dipicu oleh pembunuhan militer Israel terhadap pemimpin Jihad Islam Palestina Bahaa Abu al-Atta dan istrinya dengan rudal yang ditembakkan ke rumah mereka di Gaza. Pada hari yang sama, militer Israel juga melakukan upaya pembunuhan terhadap pemimpin Jihad Islam Palesina lainnya, Akram al-Ajouri, di Damaskus. Namun, serangan itu dilaporkan menewaskan putra al-Ajouri.

 

Sumber: Sindonews