20 Jemaah Gereja di Filipina Tewas Dibom, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Satria Utama
Senin, 28 Januari 2019 | 09:23 WIB
Cathedral of Our Lady of Mount Carmel R24/saut Cathedral of Our Lady of Mount Carmel

RIAU24.COM -  MANILA - Kelompok Negara Islam atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom kembar di gereja Katolik di sebuah pulau di Filipina selatan. Serangan bom

Akibat bom di dalam Cathedral of Our Lady of Mount Carmel dan tempat parkirnya itu, sedikitnya 20 orang tewas.

Klaim ISIS muncul melalui media propagandanya, Amaq. "Dua martir Islamic State melakukan serangan bunuh diri ganda yang mematikan dan melukai 120 orang," klaim ISIS seperti dikutip Inews dari AFP.

Ledakan pertama yang kuat terjadi saat jemaat sedang merayakan Misa di gereja yang berlokasi Jolo. Tak lama setelah itu, ledakan kedua terjadi di luar gereja yang diduga menargetkan pasukan yang sedang menolong para korban luka.

Tragedi serangan bom kembar ini merupakan salah satu serangan bom paling mematikan di Filipina selatan, wilayah yang dilanda pemberontakan selama bertahun-tahun. Tragedi ini juga menjadi pukulan berat bagi pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte yang baru-baru ini mencapai kesepakatan damai dengan kelompok separatis di wilayah Filipina selatan.

Kepala polisi daerah setempat, Graciano Mijares, menyatakan jumlah korban tewas 20 orang, lebih rendah sedikit dari data yang dia berikan sebelumnya yakni 27 orang. Menurut militer Filipina, bom kedua ditinggalkan pelaku di sebuah kotak di sepeda motor yang parkir di luar gereja.

Sementara itu, Komando Mindanao Barat (WestMinCom) menyatakan, berdasarkan rekaman CCTV, kelompok militan yang terkait dengan Abu Sayyaf sebagai pelaku pengeboman.***

 

R24/bara


Informasi Anda Genggam


Loading...