Menu

Juragan Kripik Pisang DIbunuh ABG Korban Pelecehan Seksual Sesama Jenis

Satria Utama 30 Jan 2019, 15:00
ilustrasi
ilustrasi

RIAU24.COM -  JAKARTA – Seorang pengusaha kripik pisang, Haryanto (40) ditemukan tewas di kediamannya, Jalan Gusti Asmaun, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin 28 Januari 2019 sore.

Tak butuh waktu lama, Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar dan Polres Mempawah berhasil menangkap sang pelaku. Ironisnya, pembunuh Haryanto merupakan ABG 17 tahun yang tak lain pasangan sesama jenis sang Juragan Kripik.

AP, remaja pelaku pembunuhan itu ditangkap di sebuah salon Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa 29 Januari sekira pukul 02.00 WIB.

Kasubdit 3 Ditreskrimum Polda Kalbar AKBP Fauzan Sukmawansyah menjelaskan AP sebenarnya merupakan karyawan korban. Keduanya melakukan hubungan seks sesama jenis di rumah korban sebelum terjadi pembunuhan.

"Nah, setelah melakukan (hubungan), korban ini tidur. Korban lagi tidur, lalu dipukul pakai cangkul (oleh AP) di bagian kepalanya," ujar Fauzan seperti dilansir okezone.

Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar Alik R Rosyad menuturkan, AP masih berstatus siswa kelas 3 SMA di Kubu Raya. Sedangkan Haryanto sudah mengenalnya sejak duduk di kelas 2 SMP. "Ternyata sejak kelas 2 SMP itu dia (AP) pernah dicabuli oleh Haryanto," kata Alik.

Saat itu, AP ditawari bekerja di tempat korban. Namun dalam suatu kesempatan Haryanto mencabuli ABG tersebut dengan mengiming-imingi sejumlah uang. Sampai sekarang, AP mengaku sering melakukan hubungan badan dengan korban.

Alik mengungkapkan, motif pelaku membunuh korban karena sakit hati. Penyebabnya, kala itu Haryanto mengajak AP berhubungan badan dengan diimingi uang Rp500 ribu. "Tapi setelah melakukan, korban mandi dan langsung tidur, tidak memberikan uang yang dijanjikan," ujarnya.

Hal ini membuat AP galau karena ia berencana berankat ke Pontianak. Akhirnya dini hari itu muncul pikiran jahat. Ia pun mengambil cangkul dan menghabisi korban.

Menurut Alik, AP selama empat hari kerja juga belum mendapat bayaran dari Haryanto. "Mungkin itu yang menjadikan dia khilaf," ucapnya.

Setelah melakukan pembunuhan, AP langsung melarikan diri ke Kota Pontianak menaiki sepeda motor Yamaha Aerox KB-5421-WB milik korban. Selain itu, dua ponsel dan sejumlah uang milik korban juga dibawa kabur oleh AP.

"Setelah kejadian itu, dia melarikan diri ke salon itu, tempat penangkapan," ujar AKBP Fauzan.

Saat ini AP berasama sejumlah barang bukti milik korban telah diamankan di Mapolda Kalbar. ***

 

R24/bara