Menu

Kisah Mantan Teroris yang Bertobat, Jadi Juru Perdamaian Hingga Membangun Pesantren

28 Feb 2019, 10:32
Ilustrasi
Ilustrasi

Khairul Ghazali

Dia adalah mantan teroris yang pernah melakukan aksi perampokan Bank CIMB Niaga di Kota Medan. Akibat aksinya itu, salah seorang anggota Brimob tewas. Dia juga yang pernah terlibat kasus penyerangan terhadap Polsek Hamparan Perak.

Belasan tahun hidupnya dia habiskan untuk melakukan tindakan-tindakan tak bermartabat itu dan menyebarkan paham asing radikal-ekstrimisme.

Pada bulan September 2010, Densus 88 berhasil menangkapnya. Dia ‘pun dijebloskan ke dalam penjara. Selama mendekam di balik jeruji besi, ternyata dia memperoleh kesadaran.

“Empat bulan saya evaluasi kembali tindakan saya, karena penjara tempat saya ditahan di Mako Brimob menjadi tempat untuk itikaf,” tutur Khairul kala menjadi narasumber di KompasTV, pada acara Rosi bertajuk ‘Cerita Mantan Teroris’, Kamis (8/6/2017) malam, sebagaimana pula diwartakan kembali oleh Kompas.com keesokan harinya.

Selama di penjara, dia menyadari bahwa tindakannya tak dapat dibenarkan. Salah satu inspirasinya adalah anaknya. Dia tak tega mengetahui anaknya distigma sedemikian rupa sehingga harus keluar dari sekolah dan dikucilkan oleh teman-temannya. Dia menyesal dan tak ingin apa yang dia lakukan terulang kembali oleb anaknya nanti.

Halaman: 123Lihat Semua