Jadi Pilot Project, Sekdakab Rohul Tanam Perdana Sawit Rakyat Program Nasional

Satria Utama
Rabu, 06 Maret 2019 | 18:08 WIB
Penanaman perdana program peremajaan kebun sawit R24/saut Penanaman perdana program peremajaan kebun sawit

RIAU24.COM -  Kunto Darusalam  - Proyek Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang merupakan program Nasional Pemerintah Indonesia  dilakukan secara simbolis diluncurkan Bupati Rohul diwakili Sekdakab Abdul Haris Nst S.Sos di Desa Bukit Intan Makmur Kecamatan Kunto Darusalam Kabupaten Rokanhulu, Riau, Rabu (6/3/2019).

Sekdakab Rohul M Haris Nst, didampingi Kadisbun dan Peternakan Rohul Sri Hardono, dan pimpinan PT Buana Orbit Sejahtera (BOS) Alexander Pranoto beserta jajarannya Antoni dan Effendi, Camat Kunto Darusalam Ruslan S.Sos, Kades Bukit Intan Makmur Condro Mowo, sejumlah Ketua KUD, Ketua Kelompok Tani, dan ratusan petani serta keluarga petani.

Menurut Ketua KUD Intan Makmur Heri Suprapto dalam sambutannya, lahan seluas 682 ha sudah ditanami sebanyak 75 persen. Seharusnya, kata Heri, penanaman 21 Februari 2019 namun ditunda. April 2019 nanti target tertanam 80 persen. Mei 2019 akan selesai penanaman 682 ha ini.

"Doa kami semoga kegiatan ini berjalan baik, dengan niat baik dan tujuan baik semoga sukses," kata Heri Suprapto.

Sekdakab Rohul Riau, H Abdul Haris Nst SSos dalam sambutannya menegaskan PSR yang merupakan program unggulan Pemerintah Indonesia ini dipercayakan kepada BPDPKS untuk mengelolanya. 

"Kita bersyukur atas pemikiran Pemerintah atas program ini. Tak ada yang mau membantu Rp25 juta per ha untuk peremajaan sawit rakyat ini. Ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat paham sekali dengan kondisi petani. Walaupun dalam pengelolaan PSR ini ada kerumitan, tapi itu agar program berjalan dengan baik," kata Sekdakab Rohul Abdul Haris Nst SSos.

Dijelaskan Sekdakab, di Rohul saat ini ada sekitar 4.000 ha kebun kelapa sawit yang sudah berumur di atas 25 tahun  yang akan diremajakan. " Kita berharap seluruh petani yang tergabung dalam koperasi kelompok tani di Rohul yang tanaman sawitnya sudah tidak produktif, dapat memanfaatkan program pemerintah ini," harapnya.***

 

R24/bara


Informasi Anda Genggam


Loading...