Menu

Setelah Lepas Redmi, Xiaomi Cari Untung Besar dan Tak Mau Lagi Jual Ponsel Murah

TIM BERKAS 34 9 Mar 2019, 11:44
CEO Xiaomi, Lei Jun/int
CEO Xiaomi, Lei Jun/int

RIAU24.COM -  Dalam waktu dekat, produk-produk smartphone Xiaomi akan mulai dijual dengan harga lebih mahal. Dalam pernyataannya, CEO Xiaomi Lei Jun menyatakan keinginan meninggalkam reputasi smartphone dengan harga di bawah 2.000 yuan atau Rp4,2 juta.

"Sebenarnya, kami ingin menanggalkan reputasi yang menyatakan bahwa ponsel kami berharga kurang dari 2.000 yuan (Rp 4,2 juta). Kami ingin melakukan lebih banyak investasi dan membuat produk yang lebih baik," ucap Lei Jun yang dikutip dari detik.com (9/3)

"Saya sudah mengatakan secara internal bahwa ini bisa jadi akan menjadi terakhir kalinya kami mematok harga di bawah 3.000 yuan (Rp 6,3 juta). Di masa yang akan datang, ponsel kami mungkin akan lebih mahal, tidak jauh, tapi sedikit lebih mahal," ujar Lei Jun.

Pernyataan itu tentu menarik mengingat eksistensi Xiaomi yang selama ini dikenal dan banyak diminati pengguna smartphone. Lantas alasan yang disampaikan Lei Jun itu memberikan arti.

Pertama-tama, Xiaomi sejak awal selalu mengklaim ingin terus mempertahankan margin keuntungan di level 5%. Perusahaan China itu bahkan lebih memilih "jualan iklan" di dalam ponsel ketimbang memperlebar selisih biaya pembuatan dengan harga barang.

Salah satu alasannya adalah karena memenuhi kebutuhan inovasi dan teknologi agar tidak ketinggalan dari para pesaing. Dengan harga yang lebih fleksibel.

Lei Jun mengatakan tentang inovasi, kualitas, desain dan pengalaman kenyamanan pengguna. Dengan begitu berkemungkinan Xiaomi akan melenyapkan iklan dalam posel untuk kenyamanan.

Dan tentu saja Xiaomi kini memang sudah menjadi lebih leluasa untuk melepaskan diri dari stigma HP murah juga karena sudah adanya keberadaan Redmi.

Redmi sebenarnya merupakan salah satu seri dari smartphone Xiaomi. Dulu, Redmi masih berjejeran bareng seri-seri Xiaomi lainnya yakni Mi, Mi Note, Mi Max, dan juga Mi Mix.

Sekarang ini Xiaomi secara resmi sudah mengumumkan bahwa Redmi akan beroperasi sebagai brand independen untuk menghadirkan smartphone yang hadir dengan extreme value for money dan semakin mempercepat kemajuan ekspansi global Xiaomi.

"Redmi akan terus fokus dalam penelitian dan pengembangan pada smartphone yang memiliki kualitas superior dengan biaya yang terjangkau, sekaligus mempercepat ekspansi di pasar global!" ungkap Lei Jun.

Jadi, walaupun Xiaomi akan mulai dijual mahal di produk smartphone-nya, ini tampaknya sekadar urusan strategi pelabelan semata. Dan bagi yang berkeingiann dengan ponsel dengan harga murah, masih dapat melirik le Redmi, walupun dikataknnya bukan lagi hadir sebagai salah satu seri Xiaomi melainkam sebagai sub-brand tersendiri.(***)


R24/phi/nof