riau24

KPU Riau Ajak Mahasiswa Pantau Kecurangan Pemilu 2019

Rabu, 10 April 2019 | 22:21 WIB
KPU Riau Ajak Mahasiswa Pantau Kecurangan Pemilu 2019 R24/riko KPU Riau Ajak Mahasiswa Pantau Kecurangan Pemilu 2019

RIAU24.COM - Kordiv SDM KPU Riau Nugroho Noto Susanto mengajak mahaiswa untuk berperan aktif dalam mensukseskan pesta demokrasi yaitu pemilu 2019. Menurutnya mahasiwa punya tanggung jawab  untuk memgawasi pemilu ini agar berjalan sukses. 


BACA JUGA : Hormati Keluarga Presiden, Politisi Demokrat Usul Mendagri Tunjuk Langsung Walikota Medan dan Solo


Demikian disampaikan Nugroho saat menghadiri diskusi yang ditaja oleh BEM Fisip Universitas Riau. Rabu 10 April 2019. Kegiatan tersebut bersempena dengan "Fisip Intelectual competition FSC BEM Fisip Universitas Riau Fition 2019". Tema yang diusung dalam diskusi adalah "Peran Pemuda di Era Milenial". 

Peserta diskusi dihadiri ratusan orang, dari berbagai perguruan tinggi. Hadir sebagai narasumber Esa Sukmawijaya sekretaris deputi pemberdayaan pemuda Kemenpora, Ombudsman RI kantor Riau Ahmad Fitri, Bawaslu Riau Amiruddin Sijaya, dan Kaban Kesbangpol Pemprov Riau. Acara di laksanakan di Aula Sutan Balia fisip Universitas Riau.

Dikatakan Nugroho bahwa 40 persen pemilih milenial dari total daftar pemilih tetap adalah kekuatan politik yang besar. Jika 80 juta pemilih Milenial tersebut menggunakan hak pilihnya, maka hakikatnya telah menjadi suatu kekuatan rakyat yang riil. 

"Pemuda Indonesia, termasuk kawan-kawan yang hadiri si sini memiliki tanggung jawab sebagai warga negara untuk menyukseskan pemilu 2019 dan sekaligus sebagai agen masyarakat sipil. Beberapa gerakan mahasiswa skala nasional, telah terakreditasi sebagai pemantau pemilu seperti IMM, HMI, GMNI, PMII, KAMMI, GMKI, dan PMKRI. Sudah saatnya gerakan mahasiswa memanfaatkan ruang demokrasi langsung saat ini dengan memantau penyelenggaraan pemilu 2019,"ujarnya.

space

BACA JUGA : Bamsoet: Wacana Presiden Tiga Periode Bukan Dari MPR

Adapun dasar diperbolehkan memantau ialah, undang undang pemilu no 7 tahun 2017 dan PKPU No 3 tahun 2019 yang memberikan legalitas bagi publik dan pemantau untuk mendokumentasikan hasil rekap C1 Plano. 

"Artinya rekapitulasi manual di seluruh TPS di Indonesia, bisa didokumentasikan dengan memfoto atau video. Dengan demikian maka pemantauan pemilu dapat terjadi. Mari kita dorong pemilu 2019 zero kecurangan. Saatnya mahasiswa Indonesia membuat gerakan memantau TPS pemilu 2019,"tutupnya.

Penulis: R24/riko





Loading...