riau24

Banyak Kecurangan, Mantan Pimpinan KPK Sebut Pemilu 2019 Terburuk Setelah Reformasi

Senin, 22 April 2019 | 09:03 WIB
Mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto R24/ibl Mantan Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto

RIAU24.COM - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai jika Pemilu 2019 ini merupakan yang terburuk pasca reformasi. Bambang sendiri khawatir jika yang keluar sebagai presiden tak sesuai dengan hasil pemenang Pilpres sesungguhnya akibat kecurangan.

"Pemilu kali ini disebut sebagai Pemilu terburuk pasca reformasi. Sebetulnya yang dikhawatirkan ada tiga hal. Pertama jangan sampai yang memenangkan Pemilu lain, yang mendapatkan suara terbanyak lain tapi yang menjadi presiden orang lain juga," katanya yang dilansir dari Merdeka.com, Ahad 21 April 2019.

"Kalau itu terjadi sebenarnya kita sedang mendorong negara ini sampai di bibir jurang karena ini berbahaya sekali," lanjut Bambang.

BACA JUGA : Hormati Keluarga Presiden, Politisi Demokrat Usul Mendagri Tunjuk Langsung Walikota Medan dan Solo


Dia menambahkan, kualitas Pemilu sangat penting dan ditentukan oleh kejujuran, bukan kerahasiaan. Dia juga menilai, sebagian prinsip Pemilu yang langsung umum bebas rahasia sudah tidak bebas.

"Sudah banyak di video itu ada orang yang dibawa ke tempat pemungutan suara itu suaranya di coblos dan itu ada videonya dan sudah berkembang berarti bukan hoaks," tambahnya lagi.

Kata dia lagi, ada sejumlah situs lembaga independen Pemilu yang diretas oleh hacker. Bambang melanjutkan, yang bisa menghack hal tersebut adalah pihak yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan.

space

BACA JUGA : Bamsoet: Wacana Presiden Tiga Periode Bukan Dari MPR

"Itu ada satu Jurdil2019 di hack. Sampai sekarang tidak bisa. Pekerjaan-pekerjaan yang melakukan hack ini pasti adalah orang-orang, kelompok-kelompok, lembaga lembaga yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang bisa menggunakan seluruh infrastruktur kekuasaan nya untuk melakukan hacker seperti ini," terang Bambang.

Meski demikian, Bambang merasa gembira jika kecurangan yang masih membuat masyarakat makin berinisiatif mengungkap kecurangan.

"Jadi ada gerakan yang luar biasa yang sangat masiv yang ingin menjelaskan ada berbagai kecurangan yang hari ini muncul," tutup Bambang.

Penulis: R24/ibl





Loading...