Viral Indomaret Nyumbang Rp1.000, Polisi Turun Tangani Permasalahan

Elvi
Minggu, 12 Mei 2019 | 11:56 WIB
Indomaret viral di Aceh/int R24/phi Indomaret viral di Aceh/int

RIAU24.COM -  Salah satu toko ritel modern Indomaret yang terletak di Aceh mendadak viral, hal ini dikarenakan video yang beredar di media sosial Instagram dengan tagar viral.

Diketahui di toko tersebut, sejumlah warga di Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara mendatangi sebuah toko Indomaret di wilayah itu dengan marah-marah. Hal tersebut terjadi karena tidak terima kasir toko memberikan sumbangan Rp1.000.

Dari video yang beredar di media sosial, nampak seorang pria menggunakan baju putih memprotes ke seorang kasir. Ia tidak terima diberi Rp1.000. Dan bagi mereka pemberian dengan nominal itu bentuk pelecehan.

"Ini pelecehan ini, kalian cari untung aja di Matang Kuli sini, mendingan tidak di kasih kalau Rp1.000 kalian kasih," kata pria dalam video yang tersebar tersebut.

Baca juga: Dianggap Tidak Bisa Komit, Mantan Sekjen Demokrat Marzuki Alie Kritik Kepemimpinan SBY dan AHY

Pria tersebut memprotes dan menjelaskan bahwa sumbangan itu bukan untuk mereka. Tapi ingin disumbangkan ke Palestina dan warga muslim lainnya. Ia protes, karena pedagang sayur dan ikan saja memberikan sumbangan Rp100 ribu, tapi toko ritel modern itu, malah memberi Rp1.000.

"Ini bukan untuk kami, lihat pedagang sayur Rp100 ribu di kasih, mendingan tidak kalian kasih dari pada kalian kasih Rp1.000," kata dia sambil memukul meja kasir.

Kasir toko Indomaret tersebut mencoba sampaikan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas. Warga lainnya yang ikut melabrak Indomaret tersebut, juga membentak dan menjatuhkan botol minuman dalam toko tersebut.

Baca juga: Anggaran Covid-19 Merosot Tapi Infrastruktur Malah Meroket, Rizal Ramli Sebut Rakus, Ini Sebabnya

Dikutip dari penjelasan yang disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara Inspektur Satu Rezky Kholiddiansyah mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut dan kini masih ditangani.

"Hingga kini sedang ditangani oleh Polsek Matangkuli bersama dengan Muspika Kecamatan dan tokoh agama setempat," kata Rezky.***


R24/nof


Informasi Anda Genggam


Loading...