Menu

AS-Iran Diambang Perang, Jerman dan Belanda Tunda Operasi Pelatihan di Irak

Riko 16 May 2019, 12:40
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM -  Perseteruan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas dan diambang peperangan.  Atas kondisi itu Jerman dan Belanda sepakat menangguhkan operasi pelatihan militer di Irak. 

Menurut seorang juru bicara kementerian pertahanan Jerman mengatakan Berlin tidak memiliki indikasi tentang serangan yang akan datang terhadap kepentingan Barat oleh Iran dan mengatakan program pelatihan dapat dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

Sedangkan sumber pemerintah Belanda juga mengumumkan penangguhan operasi pelatihan militer, dengan alasan ancaman keamanan yang tidak spesifik seperti dikutip  Sindonews mengutip dari Reuters, Kamis 16 Mei 2019.

Jerman memiliki 160 tentara yang terlibat dalam pelatihan pasukan Irak yang berusaha menahan gerilyawan Negara Islam atau ISIS. Sementara Belanda memiliki 169 personel militer dan sipil di Irak, termasuk sekitar 50 di Erbil, tempat mereka membantu melatih pasukan Kurdi.

Kantor berita Belanda ANP mengatakan pasukan Belanda telah diperintahkan untuk tetap di dalam barak sejak Minggu.

Sebelumnya pada hari Rabu, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan penarikan beberapa karyawan dari kedutaan besarnya di Baghdad dan konsulatnya di Erbil.

Perintah itu datang ketika ketegangan meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Washington telah menerapkan tekanan sanksi baru terhadap Teheran dan mengirim pasukan tambahan ke Timur Tengah, dengan mengatakan ada peningkatan ancaman dari Iran untuk kepentingan AS di Timur Tengah.