Menu

Waspada, Jangan Sampai Rekening Anda Dibobol Pakai Google Calendar, Begini Modusnya

Siswandi 25 Jun 2019, 14:28
Ilustrasi
Ilustrasi

RIAU24.COM -  Sebuah fakta diungkap ahli keamanan siber dari Kaspersky, Maria Vergelis. Dalam keterangan pers yang digelar Selasa 25 Juli 2019, lembaga itu mengungkapkan tentang Google Calendar yang disinyalir banyak dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab, untuk mencuri informasi pribadi pengguna.

Faktanya, serangan dengan cara ini, sudah terjadi di sepanjang bulan Mei kemarin. Modusnya, awalnya pelaku mengirim undangan acara ke kalender pengguna secara otomatis. Namun undangan itu sebenarnya hanya pura-pura, alias bohong. Selanjutnya, di layar ponsel pengguna akan muncul pemberitahuan berisi tautan URL pishing yang mendorong agar diklik.

Dilansir viva, dalam sebagian besar kasus yang diamati Kaspersky, pengguna akan dialihkan ke situs web yang menampilkan kuesioner sederhana dengan penawaran hadiah berupa uang.

Agar bisa mendapatkan hadian, pengguna diminta melakukan pembayaran "perbaikan" yang perlu memasukkan rincian kartu kredit dan menambahkan beberapa informasi pribadi, seperti nama, nomor telepon dan alamat.

Data ini akan langsung menuju para scammers yang mengeksploitasinya untuk mencuri uang atau pun informasi identitas.

Menurut Maria, metode kejahatan ini terhitung efektif. Pasalnya, saat ini orang-orang sudah terbiasa menerima pesan spam dari email atau messenger dan tidak langsung mempercayainya. Sehingga biasanya informasi yang diterima akan ditelusuri terlebih dahulu.

"Tapi ini mungkin tidak terjadi ketika datangnya dari aplikasi kalender, yang memiliki tujuan utama untuk mengatur informasi dibandingkan mentransfer (informasi)," terangnya.

Meski demikian, berita baiknya adalah ancaman ini tidak memerlukan tindakan pencegahan yang canggih. Caranya juga sangat mudah. Agar tak terjebak, pengguna cukup menonaktifkan program Google Calendar yang ada pada ponselnya. ***