Menu

Bikin Kaget Petugas, Stress di Depan Gedung MK, Perempuan Bertato Ini Ngaku Ingin Ketemu Jokowi dan Bunuh Diri

Siswandi 26 Jun 2019, 12:13
Prihatini yang tampak histeris saat diamankan petugas di depan Gedung MK Jakarta. Foto: int
Prihatini yang tampak histeris saat diamankan petugas di depan Gedung MK Jakarta. Foto: int

RIAU24.COM -  Suasana di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu 26 Juni 2019 barusan, tiba-tiba heboh. Di tengah adanya massa yang akan menggelar aksi, petugas Kepolisian mengamankan seorang perempuan yang diduga sedang stress. 

Perempuan yang memiliki tato pada tangannya itu, langsung berteriak histeris saat diamankan petugas. Namun yang membuat kaget, adalah pengakuannya setelah diamankan. Pasalnya, ia mengaku ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Tak hanya itu, ia juga mengaku mau bunuh diri.

Setelah diamankan petugas, identitas perempuan muda itu akhirnya terungkap. Dari data KTP-nya, wanita ini bernama Prihatini Suwandini Sari, kelahiran Tangerang 20 Februari 1976. Alamatnya tercatat di sebuah apartemen di wilayah Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

"Dugaan sementara, yang bersangkutan mengalami gangguan, seperti stres," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, dilansir detik. 

Awalnya, Prihatini yang mengenakan daster warna pink, tampak berjalan kaki menuju sekitar gedung MK pada pukul 10.00 WIB. Kehadirannya yang agak tak lazim itu, menyedot perhatian polisi. Petugas pun kemudian menghampiri perempuan itu. Prihatini tak diam begitu saja, ia kemudian menyeberang dan duduk di trotoar Monumen Nasional.

Dua polisi yang tidak berseragam, langsung menghampiri dan dan mengajaknya berbincang. 

Saat itulah, secara tiba-tiba ia berteriak histeris. Sejumlah petugas didampingi Polwan dan TNI, lantas menggotong Prihatini ke dalam posko Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, yang berada di seberang Gedung MK. 

Ketemu Jokowi dan Bunuh Diri 

Saat digotong, Prihatini masih berteriak histeris dan menangis. Sehingga aksinya itu akhirnya menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian. 

Menurut penuturan salah seorang petugas Kepolisian, perempuan itu diduga stres. Pasalnya, ketika ditanya apa tujuannya mendatangi kawasan sekitar Gedung MK, Prihatini mengaku ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Tak sampai di situ, Prihatini kemudian membuat pengakuan yang membuat petugas jadi kaget. Pasalnya, ia juga mengaku ingin bunuh diri.

"Wanita itu stres katanya mau ketemu Pak Jokowi terus mau bunuh diri katanya," ungkap salah seorang petugas. 

Terkait perempuan itu, Dedi Prasetyo mengatakan, pihak Kepolisian akan akan memfasilitasi Prihatini mendapatkan perawatan kejiwaan di rumah sakit. Sejauh ini, pihaknya berupaya menghubungi keluarga perempuan berusia 43 tahun tersebut.

"Ya, tetap kami periksa. Artinya, kita tidak boleh underestimate terhadap sesuatu yang mencurigakan. Kami catat identitasnya, kami fasilitasi untuk dirawat di rumah sakit, untuk kejiwaannya. Dan kami coba menghubungi keluarganya," terangnya. ***