Menu

Pimpinan Al-Qaeda Nyatakan Bakal Meneror India Terus-menerus dan Sebut Pakistan Penjilat AS

Riki Ariyanto 12 Jul 2019, 06:18
Pimpinan Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri mantan ahli bedah Mesir dan teroris paling dicari di dunia (foto/int)
Pimpinan Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri mantan ahli bedah Mesir dan teroris paling dicari di dunia (foto/int)

RIAU24.COM -  Jumat 12 Juli 2019, Pimpinan Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri merilis sebuah video. Dalam video tersebut Ayman al-Zawahiri berpesan agar kelompok separatis di utara Kashmir supaya terus melakukan teror kepada India secara terus-menerus.

zxc1

Tentunya hal ini bakal membuat badan intelijen dan penyelidikan India meningkatkan kewaspadaannya ke tingkat tertinggi. Dilansir dari Okezone, rekaman video provokatif itu disiarkan melalui sayap media Al-Qaeda.

“(Saya) berpandangan bahwa mujahidin (pejuang kemerdekaan) di Kashmir - setidaknya pada tahap ini - harus memiliki satu pikiran saja berfokus pada menimbulkan pukulan yang tak henti-hentinya terhadap Angkatan Bersenjata dan pemerintah India, sehingga dapat merusak ekonomi India dan membuat India menderita kerugian yang berkelanjutan dalam tenaga kerja dan peralatan," pesan Ayman al-Zawahiri yang berbicara dalam bahasa Arab.

zxc2

Harian berbahasa Inggris The Times of India yang dikutip Sputnik menuliskan bahwa setelah video itu viral warganet bereaksi dengan cemas. Namun, ada juga kritik terhadap The Times of India atas maksud editorialnya dalam menerbitkan rincian pesan video tersebut.

Al-Zawahiri sendiri merupakan mantan ahli bedah Mesir yang sekarang menjadi salah satu teroris paling dicari di dunia. Dan diduga Al-Zawahiri masih bersembunyi di Pakistan.

Dalam pesannya itu Al-Zawahiri mengatakan mendapatkan kendali atas Kashmir merupakan suatu bagian dari jihad Islam global terhadap beberapa kekuatan. Sehingga tidak boleh dilihat sebagai konflik yang harus diperjuangkan secara terpisah.

Dalam video itu juga, Al-Zawahiri menyebut pemerintah Pakistan dan angkatan bersenjata Pakistan sebagai "penjilat Amerika".

Meski tidak menyebutkan nama-nama, di akhir video Al-Zawahiri menampilkan foto-foto para teroris yang telah meninggal dunia: Afzal Guru (anggota Jaish-e-Mohammad yang digantung karena perannya dalam serangan teror Desember 2001 di Parlemen India) dan Burhan Wani (seorang komandan Hizb-ul-Mujahidin).