riau24

Satu Jamaah Haji Riau Asal Indragiri Hulu Wafat, Meninggal di RS King Faisal Makkah

Senin, 05 Agustus 2019 | 07:50 WIB
Seorang jamaah haji Provinsi Riau, asal Indragiri Hulu atas nama Sugiati meninggal dunia di Makkah (foto/int) R24/riki Seorang jamaah haji Provinsi Riau, asal Indragiri Hulu atas nama Sugiati meninggal dunia di Makkah (foto/int)

RIAU24.COM -  Senin 5 Agustus 2019, Seorang jamaah calon haji asal Riau kembali meninggal dunia. Seperti dikutip dari status petugas haji Eka Putra Nazir, jamaah itu bernama Ibu Sugiati Binti Saliman (54 tahun) asal Indragiri Hulu (Inhu).

Berikut kabar wafatnya jamaah haji Riau asal Inhu tersebut:

"lnnalillahi wainnailaihi rojiun

Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besarjamaah calon haji Riau tahun 2019. Telah berpulang kerohmatullah Ibu Sugiati Binti Saliman (54 tahun) di RS King Faisal Makkah Al-Mukarramah, hari Minggu pukul 01.40 WAS.

Almarhumah merupakan JCH asal Indragiri Hulu, tepatnya Desa Sei Beras-beras Kecamatan Lubuk Batu Jaya, dan tergabung dalam Kloter 6 BTH Rombongan 6 Regu 22. Beliau meninggalkan seorang suami yang juga ikut berangkat haji bersamanya, yakni Bpk Sanipan Bin Tarja Mustar (60 tahun) dan seorang anak di kampung halaman.


BACA JUGA : Pemberitaan Yang Positif Dari Media, Sebut Danrem 031/WB Dapat Memberi Kekuatan dan Daya Tahan Masyarakat




Disampaikan Pak Sanipan, almarhumah menderita beberapa penyakit bawaan yakni jantung, liver dan stroke. Selama di Makkah almarhumah sudah memperlihatkan keadaan yg kurang baik. Sempat dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan RS King Faisal, dan sembuh. Beliau pun tetap semangat menjalankan ibadah meskipun terbatas di dalam hotel saja.

Sampai hari Minggu tengah malam sekitar pukul 12.00, Sugiati drop dan dilarikan ke RS King Faisal kembali. Hanya satu jam di RS, A||ah SWT sudah berkehendak Iain. Sugiati menghembuskan nafas terakhirnya didampingi suami tercinta.

BACA JUGA : Berulang Tahun, BRK Berikan Bantuan APD, Perlengkapan kesehatan dan penyemprotan Disinfektan



Tentu saja ini merupakan pukulan berat bagi pak Sanipan. Bahkan ketika kabar ini disampaikan kepada keluarga di tanah air, semua berharap pak Sanipan sedang bercanda. Sebab sang ibu berangkat dalam keadaan ceria dan penuh semangat.

Atas musibah pak Sanipan mengaku ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada A||ah SWT.

"Semoga Allah SWT menerima niat ibadah haji istri saya walaupun belum sempat dia kerjakan. Kepada yg mengenal almarhumah dan kami semua, saya menyampaikan permohonan maaf. Mohon doakan istri saya diterima disisi Allah SWT dan mendapat surga. Amin ya rabbal alamin," katanya.

Suasana doa bersama siang dan maghrib tadi yg diselenggarakan Kloter 6 BTH berlangsung penuh haru. Para jamaah, khususnya sahabat almarhumah selama di tanah suci, tidak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa memohon keampunan dari Allah SWT. Alfatihah."

Penulis: R24/riki



Loading...