Menu

Memanas, Jet Tempur hingga Helikopter di Kapal Induk AS Siap Serang Iran

Riko 12 Aug 2019, 17:22
Foto (internet)
Foto (internet)

RIAU24.COM -  Jet-jet tempur cepat, pesawat mata-mata, hingga helikopter yang menerbangkan puluhan sorti setiap hari dari kapal induk Amerika Serikat (AS) di Laut Arab, diposisikan dalam jarak yang dekat dengan Iran.

Presiden Donald Trump memerintahkan pemindahan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang lainnya ke wilayah itu pada Mei sedikit lebih cepat dari yang direncanakan ketika ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran.

Para pejabat militer AS mengatakan misi mereka adalah untuk mencegah pasukan Iran menyerang sasaran-sasaran kepentingan AS di Timur Tengah. Tapi, mereka juga siap melancarkan serangan ofensif jika diberi perintah.

"Sebagian besar dari pencegahan adalah kesiapan yang mendukung pencegahan itu," kata Laksamana Muda Michael Boyle, komandan Carrier Strike Group 12 (Kelompok Serang Kapal Induk 12).

"Kami siap untuk membela kepentingan AS dan AS jika dipanggil...Tugas saya adalah berada di sini, untuk siap, untuk mencegah dan mempertahankan jika diperlukan," ujarnya, dikutip Sky News, Senin (12/8/2019).

Kapal induk itu belum transit melalui Selat Hormuz titik fokus utama krisis AS dengan Iran meskipun penyebaran kapal ke wilayah tersebut telah dipublikasikan oleh Presiden Trump dan anggota administrasi Gedung Putih lainnya.

Laksamana Boyle mengatakan, dia bisa melakukan transit kapal induk ke Selat Hormuz jika dia mau, tetapi dia lebih memilih untuk mundur di Laut Arab utara.

"Untuk misi kita di sini, yang merupakan pencegahan, kita berada di tempat yang kita inginkan," katanya.

"Orang-orang yang tahu di Iran mengerti bahwa kami lebih dari pencegah di sini daripada kami di Teluk Arab karena dari posisi ini kami dapat menjangkau mereka dan mereka tidak dapat mencapai kami. Dalam analogi seorang petinju kami telah mendapat penjangkauan dari tempat di mana kami berada sekarang," ujarnya.

Pesawat-pesawat jet tempur di kapal induk itu sejatinya dipersiapkan untuk menyerang target-target di Iran pada Juni lalu setelah Iran menembak jatuh sebuah pesawat nirawak mata-mata AS. Tetapi Presiden Trump memutuskan untuk membatalkan perintah serangan pada menit-menit terakhir.

 

Sumber: Sindonews