Menu

Diwakili Staf Ahli Bupati, Paskibra Kabupaten Bengkalis Resmi Ditutup

Dahari 20 Aug 2019, 17:40
 Paskibra Kabupaten Bengkalis Resmi Ditutup/hari
Paskibra Kabupaten Bengkalis Resmi Ditutup/hari

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Diwakili  Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Haholongan, Selasa, 20 Agustus 2019, secara resmi menutup pembinaan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2019.

Penutupan kegiatan yang dimulai sekitar sebulan lalu, tepatnya Rabu, 24 Juli 2019, dilakukan di tempat yang sama. Di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja Dilaut Jalan Ahmad Yani.

Dengan ditutupnya kegiatan itu, maka 75 orang Paskibra Kabupaten Bengkalis tahun 2019 yang berasal dari sejumlah SMA/SMK hasil seleksi 11 kecamatan, mulai hari ini secara resmi dibubarkan.

Atas nama Pemkab Bengkalis, Bupati Amril yang disampaikan Halolongan mengucapkan terima kasih kepada ke-75 putra-putri terbaik kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini yang telah sukses melaksanakan tugasnya.

Yakni, mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia di lapangan Tugu Bengkalis, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Apresiasi serupa juga disampaikan kepada  pembina, pelatih, tim medis dan pihak manapun yang telah berkontribusi menyukseskan upacara peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia tersebut.

"Saya berpesan kepada mereka, agar senantiasa belajar dan bekerja keras. Karena keduanya merupakan kunci untuk meraih sukses. Untuk menjadi orang besar,"ungkap Staf Ahli Bupati Halolongan.

Kemudian, Haholongan juga meminta kepada seluruh anggota Paskibra Kabupaten bengkalis 2019 agar selalu menerapkan kedisiplinan, memiliki mental yang kokoh, ulet, tegar dan pantang menyerah.

Masih kata Staf Ahli Bupati, jiwa patriotisme dan nasionalisme tinggi, tempaan atau gemblengan yang didapatkan selama kegiatan pelatihan Paskibra dapat diimplemantasikan dan ditularkan kepada masyarakat. Khususnya kepada sesama generasi muda di lingkungan masing-masing.

“Jadilah pemenang, bukan pecundang. Jadilah ujung tombak, garda terdepan dalam merekat dan membangun semangat Bhinneka Tunggal Ika di tengah masyarakat,"pungkasnya.***


R24/phi/hari