Beri Dukungan Untuk Ustaz Abdul Somad, Ini yang Disampaikan Mardani Ali Sera

M. Iqbal
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:42 WIB
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera R24/ibl Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera

RIAU24.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera turut memberikan dukungan kepada Ustaz Abdul Somad ditengah banyaknya pihak yang ingin memenjarakannya.

Hal itu karena diviralkannya video lama yang telah dipotong oleh pihak-pihak tertentu. Ustaz Somad sendiri pernah mengatakan jika video itu sudah ada sejak tiga tahun lalu, saat dia ceramah di Masjid Agung An Nur, Pekanbaru.

Mardani mengatakan jika Ustaz Abdul Somad merupakan aset bangsa yang perlu dijaga bersama-sama. Hal itu disampaikan dia di akun Twitternya, Kamis, 22 Agustus 2019.

Baca juga: Pesan Cinta dari Inul Darasista untuk Lesti Kejora atas Kasus KDRT 

"Ustadz Abdul Somad adalah aset bangsa. Kita jaga bersama. Semua semoga selalu dapat berpikir jernih dan saling menghargai," kicau Mardani.

Sementara itu, ketika Ustaz Abdul Somad memenuhi panggilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dimintai klarifikasi tentang video yang sedang viral, dia menegaskan tak perlu minta maaf atas kontroversi soal video salib yang telah beredar luas.

Ustaz Somad juga menegaskan yang dibicarakannya adalah soal akidah Islam, yang disampaikan di internal umat.

Baca juga: Update Korban Tragedi Kanjuruhan: 33 Anak Meninggal Dunia

"Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung, apakah saya musti meminta maaf... Contoh, dalam Islam dikatakan: Sesungguhnya, maaf, sesungguhnya, maaf, memang bunyi ayatnya begitu, sesungguhnya kafir lah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga. Saya jelaskan itu di tengah umat Islam. Otomatis orang luar yang mendengar itu tersinggung atau tidak, tersinggung, apakah perlu saya minta maaf. Udah terjawab. Karena ajaran saya," kata Ustaz Somad dilansir dari Detik.com, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
"Kalau saya perlu minta maaf berarti ayat itu perlu dibuang, nauzubillah," lanjutnya.

Ulama asal Riau itu menambahkan, tak mungkin dia mengatur satu persatu prilaku umat yang menghadiri pengajiannya, termasuk melarang merekam dan menyebarkannya.


Informasi Anda Genggam


Loading...