riau24

Bikin Merinding, Begini Kondisi Jasad Warga yang Jadi Korban Terkaman Harimau di Indragiri Hilir

Selasa, 27 Agustus 2019 | 12:32 WIB
Ilustrasi R24/wan Ilustrasi

RIAU24.COM -  Kabar tentang warga yang menjadi korban penerkaman Harimau Sumatera di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, saat ini telah marak beredar di media massa.

Untuk diketahui, aksi serupa sebelumnya juga pernah terjadi di kecamatan yang sama pada medio 2018 lalu. Ketika itu, seekor Harimau Sumatera betina bernama Bonita, sempat membuat teror dan membuat warga di kawasan itu jadi ketakutan.

Kali ini, yang menjadi korbannya adalah Darmawan alias Nang (36), pria asal Sumatera Selatan. Setelah sempat berjibaku melawan harimau, nyawa pria itu akhirnya tak bisa lagi diselamatkan.


BACA JUGA : Bantu Warga Terdampak Virus Corona, DPRD Inhil Gelar Rapat Gabungan


Saat jasadnya ditemukan warga sekitar, kondisinya juga mengenaskan. pada bagian tengku dan leher tampak bekas cakaran dan gigitan. Sedangkan daging dan kulit pada paha kiri dan tangan kanan korban, tampak sudah habis karena dilahap si raja hutan tersebut.  

Kondisinya membuat orang yang menyaksikan jadi merinding membayangkan kebuasan harimau tersebut.

Dilansir Riau1.com, Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Lamhot Indra Sihombing menuturkan, pihaknya telah menerima informasi mengenai kronologi kejadian itu dari seorang rekan korban bernama Andika.

Kepada petugas, Andika menuturkan, kejadian itu bermula ketika pada Minggu 25 Agustus 2019 sekitar pukul 16.30 WIB kemarin, korban sedang mandi di sumur dekat rumahnya di Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.

Andika yang ketika itu berada tak jauh dari tempat korban sedang mandi, tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong dari Nang. Seketika itu juga ia lantas mendatangi sumur tempat korban mandi.

Namun ia langsung dibuat kaget, saat melihat melihat seekor harimau sedang menyerang rekannya itu. Sementara korban tampak tak bisa berbuat banyak kecuali berusaha mempertahankan dirinya dari serangan binatang buas tersebut.

"Karena lokasinya sepi, saksi tidak berani menolong dan langsung melarikan diri untuk mencari pertolongan," tutur Indra.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Andika baru bertemu dengan warga sekitar. Ia kemudian menceritakan apa yang dialami Nang. Namun karena saat itu sudah malam, warga juga tidak ada yang berani mendatangi lokasi kejadian, karena khawatir bakal menjadi korban kebuasan Si Belang.

BACA JUGA : PKB Inhil Salurkan Bilik Sterilisasi Serta Tempat Cuci Tangan Untuk Pelabuhan Guntung dan Masjid Pulau Burung

Dicari Bersama-sama
"Keesokan harinya, Senin 26 Agustus 2019 barulah masyarakat beramai-ramai melakukan upaya pencarian korban ke TKP. Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam keadaan sudah meninggal dunia," lanjut Kasat.

Selanjutnya korban dievakuasi ke UPT Puskesmas Pelangiran. Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami beberapa luka serius. Bahkan daging pada sebagian tangan kanan dan kaki kirinya, telah habis akibat dimangsa harimau.

Atas permintaan keluarga, korban kemudian dimakamkan di pemakaman umum setempat. "Kami dan aparat setempat sudah melakukan koordinasi dengan BBKSDA Riau untuk menangani hewan buas ini," terangnya lagi. ***

Penulis: R24/wan



Loading...