Seorang Bayi Meninggal Diduga Akibat Kabut Asap, Ini Kata Wakil Walikota Pekanbaru

Riki Ariyanto
Kamis, 19 September 2019 | 20:02 WIB
Seorang bayi di Pekanbaru meninggal diduga mengidap ISPA setelah terpapar kabut asap (foto/int) R24/riki Seorang bayi di Pekanbaru meninggal diduga mengidap ISPA setelah terpapar kabut asap (foto/int)

RIAU24.COM -  Kamis 19 September 2019, Seorang bayi di Kecamatan Tenayan Raya yang berusia tiga hari meninggal dunia. Diduga bayi tersebut meninggal akibat ISPA yang merupakan dampak dari kabut asap.

Kabar bayi meninggal akibat kabut asap itu langsung viral di media sosial (Medsos). Terlebih lagi memang sudah sepekan lebih udara Kota Pekanbaru masuk kategori 'Tidak Sehat'.

Baca juga: Sumatera Utara Terbanyak Penambahan Kasus Covid-19 Hari Ini



Ketika dikonfirmasi Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Ayat Cahyadi belum dapat memastikan apakah benar kabar bayi meninggal akibat kabut asap. "Saya harus kroscek dahulu tentang bayi ini," sebut Ayat Cahyadi, Kamis (19 September 2019).

"Makanya saya akan kroscek kejadian yang menimpa bayi di Tenayan Raya itu dan dua anak-anak yang sedang di rumah sakit swasta di Jalan Soekarno-Hatta itu," sambung Ayat Cahyadi.

Baca juga: Ada Penambahan 55 Kasus Baru, Berikut ini Update Covid-19 di Provinsi Riau



Namun untuk hotspot atau titik panas di Pekanbaru Ayat Cahyadi memastikan sudah padam semua. Sehingga kabut asap yang menerpa Pekanbaru berasal dari kabupaten dan provinsi lain, seperti Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel).

Papan ISPU di depan kantor wali kota Pekanbaru masih menyatakan kualitas udara tidak sehat. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat diminta menjaga kesehatan.


Informasi Anda Genggam


Loading...