riau24

Polda Metro Jaya Rencanakan Pengamanan Aksi Mujahid 212 Besok

Khairul Amri
Jumat, 27 September 2019 | 19:01 WIB
Foto. Internet R24/amri Foto. Internet

RIAU24.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mulai menyiapkan rencana pengamanan terkait akan adanya aksi Mujahid 212 yang akan berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu 28 September 2019 besok.

Disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, bahwa pihaknya telah menerima adanya pemberitahuan terkait massa aksi Mujahid 212.

"Pemberitahuannya sudah ada, makanya kita rencanakan untuk pengamannyanya," ujar Argo pada awak media seperti dilansir dari Detik.com, Jumat 27 September 2019 sore.

Terpisah, Ketua Panitia Aksi Mujahid 212 Ustaz Edy Mulyadi mengatakan aksi massa mujahid 212 ini akan dimulai pagi pukul 08.00 WIB. 

"Ada empat poin yang menjadi dasar dalam aksi besok, kita akan bergerak dari Bundaran HI dan bersama-sama akan menuju ke Istana Negara," sebutnya.


BACA JUGA : Mantan Staf Sekjen PDI-Perjuangan Divonis 1 Tahun 8 Bulan Penjara


Ia pun menjelaskan empat poin tersebut yakni, Pertama aksi mahasiswa menurutnya masih dihadapi aparat dengan sikap represif. Dia menyesalkan timbulnya korban luka, meninggal, bahkan hilang.

Kedua, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini. 

Aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando yang jelas ini pun berakhir ricuh dan diamankannya ratusan pelajar oleh pihak aparat.

Ketiga, terkait kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut juga akan disuarakan.

BACA JUGA : Sudah Dilaporkan Sejak Tiga Bulan Lalu, Polisi Akan Selidiki Dugaan Ujaran Kebencian Abu Janda

Dan yang terakhir terkait bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. Singkat kata, pemerintah telah gagal," pungkas Edy.

 

Sumber : Detik.com



Informasi Anda Genggam



Loading...