Menu

Mengenaskan, Jenderal Pengawal Pribadi Raja Arab Saudi Ini Tewas Ditembak

Siswandi 29 Sep 2019, 22:48
Jenderal Abelaziz al-Fagham (kiri), saat bertugas mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. Foto: int
Jenderal Abelaziz al-Fagham (kiri), saat bertugas mengawal Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. Foto: int

RIAU24.COM -  Nasib mengenaskan dialami Jenderal Abelaziz al-Fagham, yang dikenal sebagai pengawal pribadi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. Ia tewas setelah ditembak seseorang yang diketahui sebagai kenalannya.

Seperti dirlis pers Saudi, SPA, Fagham meninggal akibat ditembak, pada Sabtu (28/9/2019) malam, di Jeddah. Insiden itu terjadi di luar waktu tugasnya sebagai pengawal raja.

Tak hanya Fagham, tujuh orang lain juga dilaporkan cedera, termasuk pasukan keamanan.

Dilansir kompas, Minggu 29 September 2019, kejadian itu bermula saat Fagham berkunjung ke rumah temannya di Jeddah yang diketahui bernama Mamdouh al-Ali. Namun setelah bertemu, percakapan antara Fagham dan Ali dikabarkan berakhir dengan suasana panas.

"Ali sempat meninggalkan rumah itu namun kembali dengan membawa senjata dan mulai melepaskan tembakan," lanjut laporan SPA, yang mengutip pihak berwenang.

Pelaku menembaki Fagham serta melukai dua orang lainnya di dalam rumah, termasuk seorang pekerja asal Filipina dan saudara laki-laki dari pemilik rumah.

Stasiun televisi pemerintah Al-Ekhbariya melaporkan bahwa insiden penembakan terjadi karena permasalahan pribadi. Namun tidak dirincikan, apa yang permasalahan yang berbuntut kematian itu.

Sedangkan Ali, yang menjadi pelaku aksi penembakan, dilaporkan telah tewas tertembak. Sementara lima personel keamanan luka-luka dalam baku tembak yang terjadi dengan tersangka yang menolak untuk menyerah.

Fagham sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk menangani luka-lukanya, namun kemudian dinyatakan meninggal.

Pihak keamanan telah meluncurkan penyelidikan atas insiden yang menewaskan pengawal pribadi, yang dikenal dekat dengan Raja Salman.
Kematian Fagham telah memicu reaksi keras dari pengguna media sosial di Arab Saudi, yang mengecam aksi pembunuhan terhadap sosok yang disebut "malaikat pelindung" penguasa Arab Saudi itu. ***