Menu

Posyandu Orang Dengan Gangguan Jiwa Tazkiah Qolbi Akan Jadi Percontohan

Ahmad Yuliar 1 Oct 2019, 20:26
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) (foto/ilustrasi)
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) (foto/ilustrasi)

RIAU24.COM -  SELATPANJANG- Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Tazkiah Qolbi yang berada dibawah binaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Selatpanjang akan dijadikan pilot project atau percontohan. Jika berjalan dengan baik, maka akan dibentuk di kecamatan lainnya.

Sehingga penanganan ODGJ bisa lebih menyeluruh di Meranti. Kepala Bidang Pegendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti Muhammad Fakhri, menegaskan total ODGJ di Meranti mencapai sebanyak 334 orang. Dimana penyebarannya diseluruh kecamatan (9 kecamatan).

“Total ODGJ yang baru tercover di Posyandu ODGJ Tazkiah Qolbi baru 60 persen. Sisanya berada di kecamatan lain,” ucap Fakhri.

zxc1

Oleh karena itu phaknya akan mendorong Puskesmas lainnya untuk segera membentuk Posyandu khusus yang menangani ODGJ. Karena menurutnya upaya ini sangat inovatif dalam membantu mengatasi ODGJ.

“Sehingga dengan keberadaan Posyandu khusus ODGJ akan membantu masyarakat. Terutama dalam proses penyembuhan dan bisa segera kembali kemasyarakat,” harapnya.

Secara teknis, Fakhri mengatakan Posyandu ODGJ akan melaksanakan beragai kegiatan. Termasuk menyediakan obat. 

“Stok obat kita untuk ODGJ masih tersedia. JIka masyarakat membutuhkannya bisa segera mendapatkannya di Diskes,” tambahnya.

zxc2

Sekretaris Diskes, Asrul Meldi menginginkan peran aktif masyarakat bisa membantu penyembuhan ODGJ. Ditegaskannya masyarakat tidak boleh mengisolasi ODGJ. Karena akan semakin memperburuk keadaan.

“ODGJ harus terus bersosialisasi dan melaksanakan berbagai kegiatan. Sehingga tidak larut dengan penyakitnya. Melalui Posyandu khusus ODGJ, tentunya akan membantu untuk memperlakukan mereka dengan baik. Sehingga proses penyembuhan bisa lebih cepat dibandingkan harus dipasung atau diisolasi,” ungkap Asrul.

Asrul mengakui inovasi dari Puskesmas Selatpanjang Kota dalam program Posyandu ODGJ Tazkiah Qolbi nya sangat baik. Ia menginginkan seluruh Puskesmas juga bisa mencontohnya.

“Tapi kita butuhkan juga pertaisipasi dari masyaraat sendiri dalam mendukung program ini. Karena kunci utama dalam membantu penyembuhan ODGJ adalah dengan memperlakukan mereka seperti masyarakat lainnya,” ucapnya. (R24/Mad)